Anak dan Remaja Disabilitas Sebaiknya Olahraga 20 Menit Setiap Hari

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi ibu dan anak berolahraga di rumah. Freepik.com

    Ilustrasi ibu dan anak berolahraga di rumah. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak dan remaja disabilitas sebaiknya lebih banyak olahraga dan melatih keseimbangan. Dewan Kesehatan Inggris atau Chief Medical Officer Inggris menyarankan durasi olahraga anak dan ramaja difabel selama 20 menit setiap hari dan berlatih keseimbangan tiga kali seminggu.

    "Kami membuat panduan untuk mengatasi kesenjangan intensitas olahraga di antara anak dan remaja dengan disabilitas," tulis Chief Medical Officer Inggris dalam situs resmi mereka, Rabu, 16 Februari 2022. "Kami mendorong sekolah, orang tua, pendamping, dan petugas kesehatan untuk mengkomunikasikan dan mempromosikan panduan olahraga ini."

    Di dalam panduan olahraga tersebut, Chief Medical Officer Inggris mencantumkan jenis olahraga yang tepat untuk berbagai ragam disabilitas. Panduan tersebut dibuat berdasarkan penelitian Durham University, University of Bristol, dan lembaga Disabilities Rights Inggris terhadap 250 anak dan remaja disabilitas.

    Durasi anak dan remaja difabel yang melakukan gerakan aerobik sebaiknya selama 120 sampai 180 menit per minggu. Latihan aerobik dengan intensitas sedang hingga cepat. Contoh gerakan aerobik yang disarankan adalah berjalan kaki atau bersepeda bagi anak dan remaja yang masih memiliki fungsi bergerak pada tubuh bagian bawah. Bila tidak memiliki fungsi tubuh bagian bawah, mereka dapat menerapkan gerakan berulang untuk tubuh bagian atas.

    Mengenai latihan keseimbangan dan kekuatan sebanyak tiga kali seminggu, menurut Chief Medical Officer Inggris, bertujuan meningkatkan kinerja anggota tubuh agar berfungsi maksimal. Salah satu contoh latihan keseimbangan adalah yoga bagi yang memiliki fungsi gerak lengkap atau gerakan yang dimodifikasi untuk difabel dengan fungsi gerak tidak lengkap.

    Sebelum berlatih, tetap melakukan pemanasan dan memulai dengan gerakan berintensitas rendah untuk menghindari cedera. Para pelatih atau pendamping juga harus memperhatikan waktu jeda pada setiap pergantian gerakan.

    Direktur Penelitian pada Departemen Ilmu Olahraga Durham University, Brett Smith mengatakan, olahraga penting untuk anak dan remaja, baik penyandang disabilitas maupun non-difabel. "Ada bukti ilmiah yang menunjukkan aktivitas fisik bagus untuk meningkatkan kepercayaan diri dan konsentrasi," katanya.

    Baca juga:
    17 Juta Difabel Usia Produktif, yang Bekerja Baru 7,6 Juta Orang

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Tren Covid-19 Kembali Meningkat Sepekan Setelah Lebaran, Sudah Siap Jadi Endemi?

    Kasus virus corona melonjak sepekan setelah libur lebaran. Di kesempatan lain, Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan pandemi mulai transisi ke endemi.