Menteri Budi Gunadi Sadikin Minta Saran Soal Vaksinasi Difabel di Luar Jawa Bali

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Rumah Sakit Ukrida, Eka Widrian Suradji (kiri) disaksikan Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu (kedua klri) dan Direktur Rumah Sakit Pertamina Bina Medika Asep Saepul Rohmat (kanan) menyuntikan vaksin COVID-19 AstraZeneca ke warga difabel di Rumah Sakit Ukrida, Jakarta, Selasa 1 Juni 2021. Memperingati Hari Lahir Pancasila Komunitas Indonesia Lawan Libas COVID-19 (KILLCOVID19) bekerja sama dengan Kemenkes, RS Ukrida dan RS Pertamina Bina Medika melaksanakan vaksinasi COVID-19 kepada 5000 warga pra-lansia, difabel, tuna wisma dan tokoh agama. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Direktur Rumah Sakit Ukrida, Eka Widrian Suradji (kiri) disaksikan Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu (kedua klri) dan Direktur Rumah Sakit Pertamina Bina Medika Asep Saepul Rohmat (kanan) menyuntikan vaksin COVID-19 AstraZeneca ke warga difabel di Rumah Sakit Ukrida, Jakarta, Selasa 1 Juni 2021. Memperingati Hari Lahir Pancasila Komunitas Indonesia Lawan Libas COVID-19 (KILLCOVID19) bekerja sama dengan Kemenkes, RS Ukrida dan RS Pertamina Bina Medika melaksanakan vaksinasi COVID-19 kepada 5000 warga pra-lansia, difabel, tuna wisma dan tokoh agama. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masukan bagaimana cara melaksanakan vaksinasi Covid-19 yang efektif untuk difabel di luar Pulau Jawa dan Bali. Budi Gunadi meminta saran tersebut kepada Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia pada Kamis, 30 September 2021.

    Menurut Angkie Yudistia, vaksinasi Covid-19 untuk penyandang disabilitas di enam provinsi di Pulau Jawa dan Bali sudah bagus. Enam provinsi itu adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Bali.

    Bukti dari kesuksesan vaksinasi di enam provinsi tersebut, menurut dia, pencapaian vaksinasi dosis pertama sudah 99,8 persen dari total 225 ribu penerima. Sementara pemberian dosis kedua akan berlanjut pada awal Oktober 2021.

    "Saya minta tolong kepada Mbak Angkie untuk mengajak penyandang disabilitas divaksin. Nanti vaksinnya akan kami siapkan," kata Budi Gunadi. Pada kesempatan itu, Budi Gunadi berharap Angkie Yudistia membantu kelengkapan dan integrasi data penyandang disabilitas yang belum komplet, baik di Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, hingga Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang berada di ranah Kementerian Dalam Negeri.

    Mengenai vaksinasi untuk difabel di luar Pulau Jawa dan Bali, Angkie Yudistia mengatakan dapat diberikan di fasilitas kesehatan, seperti puskesmas atau sentra vaksinasi di daerah masing-masing. Sementara vaksinasi di enam provinsi tadi, Angkie mengapresiasi karena petugas kesehatan sampai jemput bola atau datang ke rumah-rumah penyandang disabilitas.

    "Saya berharap enam provinsi tadi bisa menjadi contoh bagus bagi daerah lain dalam menyukseskan program vaksinasi,” ujarnya. Angkie Yudistia juga mendorong sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk menyatukan data dan memberdayakan penyandang disabilitas demi Indonesia yang ramah terhadap disabilitas.

    Baca juga:
    3 Orang yang Mengantar Difabel untuk Vaksinasi Covid-19 Bisa Sekalian Divaksin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.