Update Kondisi Difabel Korban Kekerasan oleh Anggota TNI AU di Merauke Papua

Ilustrasi Kekerasan

TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat mengecam kekerasan dua anggota TNI Angkatan Udara atau TNI AU kepada seorang difabel Rungu di Merauke, Papua. Penyandang disabilitas bernama Steven itu berusia 17 tahun.

Staf Ahli Madya Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia dan Politik Kantor Staf Presiden, Sunarman Sukamto menyampaikan profil dan bagaimana perawatan yang diperoleh Steven. Peristiwa kekerasan itu berlangsung pada Senin, 26 Juli 2021 pukul 15.00 Waktu Indonesia Timur.

"Setelah itu, korban langsung dibawa ke klinik TNI AU kemudian dirujuk ke rumah sakit TNI Angkatan Laut," kata Sunarman kepada Tempo, Kamis 29 Juli 2021. Hasil pemeriksaan fisik di rumah sakit menunjukkan tidak ada luka serius pada Steven. Meski begitu, dia mengalami lecet di dekat pelipis yang diduga sebagai luka lama.

Sunarman menjelaskan, Steven diasuh oleh keluarga angkat asal Tanimbar Maluku sejak enam tahun lalu. "Sebelum diasuh oleh orang tua angkat, dia lebih banyak hidup di jalanan, dan terkadang terpangaruh minuman keras," kata Sunarman Sukamto. Sehari-hari, Steven berjalan ke berbagai penjuru dan meminta makanan ke warung yang dia lalui ketika merasa lapar.

Steven berkomunikasi dengan bahasa tubuh atau melalui gerakan. "Kami belum mengetahui asal usul keluarganya," kata Sunarman. Hasil pemeriksaan terhadap Steven keluar pada Kamis, 29 Juli 2021 dan salinannya disampaikan kepada Kantor Staf Presiden.

Atas insiden tersebut, Kepala Staf TNI AU, Marsekal Fadjar Prasetyo menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan masyarakat Papua. "Kami akan mengevaluasi seluruh anggota dan menindak tegas mereka yang berbuat salah," kata Fadjar dalam keterangan video yang diunggah akun Twitter resmi TNI AU, Selasa, 27 Juli 2021.

Baca juga:
Apa yang Mau Disampaikan Steven, Difabel Papua Korban Kekerasan Anggota TNI AU






Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

6 jam lalu

Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

Komnas HAM meminta TNI mengevaluasi keberadaan Brigif Raider 20 di Timika, Papua. Permintaan ini merupakan yang pertama dari Komnas untuk TNI.


Perkuat Pengawasan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

9 jam lalu

Perkuat Pengawasan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

Perkuat pengawasan dan pengarusutamaan hak penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya, dalam upaya bersama untuk memajukan penegakan HAM di Indonesia.


OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

13 jam lalu

OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

Kepala Staf Presiden Moeldoko bereaksi keras atas pernyataan TPNPB-OPM menyebut Presiden Jokowi sebagai penjahat perang di Papua.


Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

15 jam lalu

Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe harus kooperatif dan memenuhi panggilan KPK.


TNI AU Usut Pemilik Granat Asap dan Ratusan Peluru di Pondok Gede

1 hari lalu

TNI AU Usut Pemilik Granat Asap dan Ratusan Peluru di Pondok Gede

TNI AU masih usut kepemilikan dan asal-muasal granat asap dan peluru di rumah kontrakan.


Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

3 hari lalu

Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melayangkan somasi kepada tim kuasa hukum Lukas Enembe.


Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

3 hari lalu

Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

Kuasa hukum Lukas Enembe merasa PPATK tengah membunuh karakter Gubernur Papua itu dengan mengungkap soal setoran ke kasino.


Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

3 hari lalu

Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

Tokoh Agama Papua meminta Gubernur Lukas Enembe mendatangi KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan hari ini.


Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

4 hari lalu

Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

Tokoh Gereja Kristen Indonesia di Tanah Papua itu meminta masyarakat tidak melakukan provokasi dalam bentuk apa pun dalam kasus Lukas Enembe.


KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

5 hari lalu

KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

1.800 personel polisi disiagakan mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat setelah KPK mengeluarkan panggilan kedua ke Lukas Enembe