Mengenal Sekolah Inklusif, Sekolah Alternatif Anak Berkebutuhan Khusus

Editor

Nurhadi

Suasana pembelajaran siswa-siswa berkebutuhan khusus di kelas tingkat SMU Sekolah Inklusif Galuh Handayani, Surabaya (05/9). TEMPO/Fully Syafi

TEMPO.CO, Jakarta - Anak berkebutuhan khusus (ABK) atau difabel masih kerap mendapatkan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari. Lebih daripada itu, akses pendidikan ramah difabel terbilang masih cukup sulit ditemukan di Indonesia.

Pendidikan inklusif telah lama diperjuangkan oleh pemerintah, salah satunya lewat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan juga Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif. Meski begitu, implementasi dari peraturan tersebut belum sepenuhnya berjalan dengan baik.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2015, jumlah total ABK di Indonesia mencapai 1,6 juta anak. Namun, hanya sekitar 10-11 persen dari total jumlah tercatat yang dapat menempuh pendidikan.

Dikutip dari laman Kemendikbud, setidaknya ada tiga alasan utama masih sedikitnya ABK yang menempuh pendidikan, yakni karena anak tidak ingin sekolah, orang tua kurang mendukung pendidikan anak, dan akses sekolah yang jauh dari tempat tinggal.

Solusi dari permasalahan tersebut salah satunya adalah dengan digencarkannya pendidikan inklusif di berbagai sekolah formal sejak sekolah dasar hingga pendidikan tinggi.

Berdasarkan Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009, pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan bersama dengan peserta didik pada umumnya.

Dengan adanya aturan yang menekankan pada pentingnya pendidikan inklusif, orang tua memiliki alternatif tambahan untuk menyekolahkan anak selain Sekolah Luar Biasa (SLB) dan homeschooling.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Penyelenggaraan Pendidikan, pemerintah memberikan kesempatan untuk ABK memperoleh layanan pendidikan yang sama dengan siswa reguler. Sekolah yang menerima ABK dinamakan dengan sekolah inklusif.

Sekolah inklusif menerima ABK dengan kurikulum dan sarana prasarana yang sama untuk seluruh siswa. Meski demikian, penerapan pendidikan inklusif sedikit berbeda dengan pendidikan umum. Perbedaannya terletak pada siswa ABK akan mendapatkan pendampingan dari guru pendamping khusus (GPK).

PUTRI INDY SHAFARINA

Baca juga: Sekolah Inklusi, Tempat Belajar Anak Berkebutuhan Khusus






Kekerasan Seksual Masih Marak Di Dunia Pendidikan. LPSK Sebut Perlu Adanya Bersih-Bersih Total

13 hari lalu

Kekerasan Seksual Masih Marak Di Dunia Pendidikan. LPSK Sebut Perlu Adanya Bersih-Bersih Total

Wakil Ketua LPSK Livia Iskandar mengatakan lembaganya mencatat aduan kekerasan seksual di dunia pendidikan masih banyak terjadi.


Binus University dengan Seoul Institute of the Arts Buka Kerja Sama

13 hari lalu

Binus University dengan Seoul Institute of the Arts Buka Kerja Sama

Telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Binus University dengan Seoul Institute of the Arts yang menjadi bukti kemitraan kedua negara


Dari Progresivisme hingga Esensialisme, Inilah 4 Aliran Fundamental Filsafat Pendidikan

14 hari lalu

Dari Progresivisme hingga Esensialisme, Inilah 4 Aliran Fundamental Filsafat Pendidikan

Eksistensi filsafat sebagai The Mother of Sciences telah melahirkan berbagai aliran, termasuk dalam hal filsafat pendidikan.


Bukan Sekadar Biar Pintar, Ini 7 Alasan Kenapa Sekolah itu Penting

16 hari lalu

Bukan Sekadar Biar Pintar, Ini 7 Alasan Kenapa Sekolah itu Penting

Berikut alasan kenapa sekolah itu penting dari segi ilmu dan pembentukan karakter termasuk kecerdasan intelektual (IQ) serta emosional (EQ)


Menaker Beberkan Tantangan Penurunan Pengangguran di Indonesia, Apa Saja?

16 hari lalu

Menaker Beberkan Tantangan Penurunan Pengangguran di Indonesia, Apa Saja?

Ida mengatakan dari 2,8 juta pengangguran yang mengalami hopeless of job itu, sekitar 76,90 persen merupakan pengangguran berpendidikan rendah.


Bu Kasur, Penulis Lagu Anak hingga Produser Film Amrin Membolos

18 hari lalu

Bu Kasur, Penulis Lagu Anak hingga Produser Film Amrin Membolos

Bu Kasur memproduksi film anak-anak Amrin Membolos pada 1996


Mengenang Bu Kasur, Tokoh Pendidikan Anak-Anak

18 hari lalu

Mengenang Bu Kasur, Tokoh Pendidikan Anak-Anak

Ada ratusan lagu yang dibuat Bu Kasur dan suaminya


Inilah Kelebihan dan Kekurangan Homeschooling bagi Anak

28 hari lalu

Inilah Kelebihan dan Kekurangan Homeschooling bagi Anak

Homeschooling memiliki kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanannya bagi tumbuh dan kembang anak.


Inilah 3 Alasan Anak Anda Cocok Homeschooling

29 hari lalu

Inilah 3 Alasan Anak Anda Cocok Homeschooling

Ada beberapa hal yang dapat orang tua pertimbangkan untuk menentukan apakah anak cocok menggunakan metode homeschooling.


Sedang Mencari Lowongan Kerja? Pastikan CV Penuhi 5 Poin Ini

35 hari lalu

Sedang Mencari Lowongan Kerja? Pastikan CV Penuhi 5 Poin Ini

Saat mendaftarkan pekerjaan sesuai dengan lowongan kerja, perhatikan juga CV yang dibuat. Apa saja yang diperlukan dalam Curiculum Vitae?