Beda Bahasa Isyarat, Bagaimana Komunitas Tuli Antarnegara Berkomunikasi?

Reporter

Editor

Nurhadi

Seorang guru Palestina mengajar matematika menjelang Hari Bahasa Isyarat Internasional, di sebuah sekolah untuk tunarungu di Nablus, di Tepi Barat yang diduduki Israel 22 September 2021. REUTERS/Raneen Sawafta

TEMPO.CO, Jakarta - Bagi kelompok masyarakat tunarungu atau tuli dan tunawicara atau bisu, bahasa isyarat menjadi alat komunikasi antara satu dan lainnya. Di Indonesia, setidaknya terdapat dua bahasa isyarat yang digunakan, yaitu Bahasa Isyarat Indonesia atau Bisindo dan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia atau Sibi.

Dilansir dari Tempo, Adi Kusumo Baroto, peneliti bahasa isyarat di Universitas Indonesia, mengatakan Bisindo lahir dari komunikasi alamiah kelompok Tuli di Indonesia, sedangkan Sibi merupakan bahasa isyarat buatan pemerintah.

Perbedaan mendasar keduanya dapat dilihat dari jumlah penggunaan tangan. Secara umum, Bisindo cenderung menggunakan dua tangan untuk merepresentasikan satu huruf, sedangkan Sibi cukup menggunakan satu tangan saja.

Penggunaan satu tangan pada Sibi tidak jauh berbeda dengan bahasa isyarat di Amerika, yaitu American Sign Language atau ASL. Di tingkat dunia, selain ASL, bahasa isyarat lain yang cukup terkenal dan kerap menjadi rujukan adalah bahasa isyarat di Inggris, yaitu British Sign Language atau BSL.

Lantas, apabila terdapat perbedaan bahasa isyarat dalam negeri, bagaimana komunitas Tuli antarnegara saling berkomunikasi?

Merujuk laman resmi National Institute on Deafness and Other Communication Diseases, tidak ada bahasa isyarat universal yang disepakati. Artinya, bahasa isyarat setiap negara atau daerah akan berbeda dengan wilayah lainnya. 

Singkatnya, kelompok Tuli yang memahami Bisindo atau Sibi belum tentu dapat berkomunikasi dengan kelompok Tuli yang menggunakan ASL ataupun BSL. Sama halnya dengan penutur asli lisan bahasa Indonesia yang kesulitan berkomunikasi dengan penutur asli lisan bahasa Inggris.

Merujuk laman wecapable.com dan babbel.com, upaya untuk menyeragamkan bahasa isyarat atau menciptakan bahasa isyarat universal sebenarnya pernah terjadi pada 1924 ketika kelompok Tuli mengembangkan metode komunikasi dalam ajang Internasional Games for the Deaf yang sekarang lebih dikenal sebagai Deaflympics. 

Kemudian, pada 1970-an, World Federation of the Deaf mencoba membuat Bahasa Isyarat Standar Internasional untuk memudahkan komunikasi selama pertemuan-pertemuan bertaraf internasional. Dalam buku tersebut, setidaknya terdapat 1.500 tanda yang dapat digunakan oleh kelompok Tuli internasional. Sayangnya, upaya ini tidak pernah benar-benar berhasil.

Dikutip dari laman wecapable.com, hal tersebut disebabkan setiap bahasa isyarat di masing-masing negara kerap kali memiliki keunikan dan komunitas Tuli internasional yang bertemu dalam kegiatan sehari-hari biasanya mengembangkan bahasa isyarat alamiah dan informal tersendiri.

Kendati demikian, pengecualian biasanya muncul dalam forum global yang membutuhkan penerjemah bahasa isyarat. Dikutip dari laman wecapable.com, biasanya dalam forum tersebut terdapat bahasa isyarat internasional atau International Sign yang disepakati sebagai pidgin atau alat bantu selama forum berlangsung.

Namun, perlu menjadi catatan bahwa International Sign tersebut bukanlah bahasa isyarat universal sebab hanya berlaku dan digunakan selama forum dan berdasar kesepakatan beberapa penerjemah dalam kegiatan tersebut sehingga dapat berbeda-beda pada forum lainnya.

ACHMAD HANIF IMADUDDIN

Baca juga: Begini Cara Mendapatkan Layanan Juru Bahasa Isyarat






BPS Sebut Jumlah Penumpang Pesawat Internasional Sepanjang 2022 Naik 1.030 Persen, Domestik Naik 74,81 Persen

2 hari lalu

BPS Sebut Jumlah Penumpang Pesawat Internasional Sepanjang 2022 Naik 1.030 Persen, Domestik Naik 74,81 Persen

BPS menyebutkan jumlah penumpang pesawat atau angkutan udara internasional tahun 2022 melonjak 1.030,86 persen dan domestik naik sebesar 74,81 persen.


Jakpro Masih Kaji Konsep dan Potensi Sponsor Formula E Jakarta 2023

27 hari lalu

Jakpro Masih Kaji Konsep dan Potensi Sponsor Formula E Jakarta 2023

PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menyatakan perhelatan Formula E atau Jakarta E-Prix 2023 saat ini sudah memasuki tahap persiapan.


Terjemahkan Novel, Mahasiswa Unpad Raih Juara Penerjemahan Internasional Harvill Secker 2022

43 hari lalu

Terjemahkan Novel, Mahasiswa Unpad Raih Juara Penerjemahan Internasional Harvill Secker 2022

Mahasiswa Unpad meraih juara pertama kontes menerjemahkan novel internasional "Harvill Secker Young Translators' Prize 2022".


Alasan Tuli Dinilai Lebih Baik daripada Tuna Rungu

44 hari lalu

Alasan Tuli Dinilai Lebih Baik daripada Tuna Rungu

Tuli harus dituliskan dengan menggunakan huruf kapital 'T' lantaran merujuk pada sebuah identitas kelompok.


Asyiknya Bermain Tebak Kata Sekaligus Belajar Bahasa Isyarat

44 hari lalu

Asyiknya Bermain Tebak Kata Sekaligus Belajar Bahasa Isyarat

Pengenalan bahasa isyarat pemula yang cukup mengasyikkan ini dapat dilakukan hanya dalam waktu setengah jam saja.


Kiat Sukses Bangun Usaha di Bidang Industri Bahasa

57 hari lalu

Kiat Sukses Bangun Usaha di Bidang Industri Bahasa

Simak tips wirausaha di bidang bahasa dari alumnus Unair yang kini menjadi Direktur MainKata dan Ketua Himpunan Penerjemah Indonesia.


Starbucks Buka Gerai Bahasa Isyarat Pertama di Indonesia untuk Komunitas Tuli

4 Desember 2022

Starbucks Buka Gerai Bahasa Isyarat Pertama di Indonesia untuk Komunitas Tuli

Barista di gerai bahasa isyarat Starbucks ini merupakan difabel tuli dari berbagai daerah di Indonesia.


Kongres Penerbit Internasional di Jakarta Sukses

14 November 2022

Kongres Penerbit Internasional di Jakarta Sukses

Kongres ini memberi kesempatan berharga untuk memperkuat kolaborasi di antara para pelaku dalam industri penerbitan.


Mahasiswa Disabilitas Rungu atau Tuli Australia Dapat Akses Ini Saat Belajar di Kelas

1 November 2022

Mahasiswa Disabilitas Rungu atau Tuli Australia Dapat Akses Ini Saat Belajar di Kelas

Jemima Brownings, mahasiswa disabilitas rungu mendapatkan aksesibilitas agar bisa mengikuti kuliah di Murdoch University.


DKI Jakarta Tuan Rumah Adu Panco Internasional, Diikuti Malaysia dan Korea Selatan

2 Oktober 2022

DKI Jakarta Tuan Rumah Adu Panco Internasional, Diikuti Malaysia dan Korea Selatan

DKI Jakarta menjadi tuan rumah adu panco bertaraf internasional yang diikuti 125 peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan.