Mengenal Bisindo dan Sibi, 2 Bahasa Isyarat yang Digunakan di Indonesia

Reporter

Editor

Nurhadi

Komunitas Kampung Dongeng Sumatera Selatan, mahasiswa, dan masyarakat mengikuti kelas literasi teman dengar di Dinas Perpustakaan Sumatera Selatan. TEMPO | Parliza Hendrawan

TEMPO.CO, Jakarta - Di Indonesia, setidaknya terdapat dua bahasa isyarat yang digunakan oleh kelompok Tuli untuk berkomunikasi pada sesamanya, yaitu Bahasa Isyarat Indonesia atau Bisindo dan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia atau Sibi. Walaupun sama-sama bahasa isyarat, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar.

Perbedaan Bisindo dan Sibi

Singkatnya, merujuk pernyataan Adi Kusumo Baroto, Peneliti Bahasa Isyarat di Universitas Indonesia, kepada Tempo, Bisindo merupakan bahasa isyarat yang berkembang secara alamiah pada kelompok masyarakat Tuli di Indonesia, sedangkan Sibi merupakan bahasa isyarat yang distandarisasi oleh pemerintah.

Menurut Adi, setidaknya terdapat seratus jenis bahasa isyarat alami yang berkembang di komunitas Tuli di dunia, termasuk Bisindo. Contoh lain dari bahasa isyarat alamiah adalah American Sign Language atau ASL dan British Sign Language atau BSL.

Sementara itu, Sibi lahir bukan karena perkembangan bahasa alami pada kelompok masyarakat Tuli, tetapi berkat sistem atau tata cara alih bahasa dari bahasa lisan ke dalam bahasa isyarat buatan.  

Sebagai perbandingan, Adi menjelaskan bahwa sebenarnya Bisindo sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka. Namun, sebab minimnya referensi dan catatan mengenai Bisindo, pemerintah akhirnya menciptakan bahasa isyarat sendiri yang distandarisasi, yaitu Sibi.

Secara legal, Adi menambahkan bahwa penggunaan Sibi disahkan pemakaiannya di berbagai sekolah atau lembaga luar biasa sejak 1994. Sayangnya, pembuatan Sibi tidak melibatkan kelompok masyarakat Tuli sehingga bahasa komunitas tunarungu di Indonesia terpecah menjadi pengguna Bisindo dan Sibi.

Selain itu, merujuk unggahan Instagram akun @difabel.id perihal Bisindo dan Sibi, perbedaan lain yang tampak antara keduanya adalah Bisindo cenderung menggunakan dua tangan untuk merepresentasikan satu huruf, sedangkan Sibi cukup menggunakan satu tangan saja.

Penggunaan satu tangan pada Sibi tidak jauh berbeda dengan bahasa isyarat warga Amerika, yaitu ASL. Misalnya, untuk menerjemahkan huruf A, keduanya sama-sama direpresentasikan dengan menggenggam atau mengepalkan tangan layaknya posisi bersiap ketika baris-berbaris.

Sementara itu, dalam Bisindo, untuk merepresentasikan huruf A, penutur perlu membentuk bangun segitiga dengan menautkan ujung jari telunjuk dan jempol tangan kanan dengan ujung jari telunjuk dan jempol tangan kiri.

Sebab perbedaan inilah, biasanya Sibi digunakan sebagai bahasa pengantar resmi di Sekolah Luar Biasa atau SLB, sedangkan Bisindo biasa digunakan dalam kegiatan sehari-hari kelompok Tuli karena dirasa lebih merepresentasikan maksud mereka. 

ACHMAD HANIF IMADUDDIN

Baca juga: Inilah Syarat Menjadi Juru Bahasa Isyarat






Sejarah Bahasa Isyarat, Mulai Berkembang dari Prancis dan Spanyol

5 hari lalu

Sejarah Bahasa Isyarat, Mulai Berkembang dari Prancis dan Spanyol

Pada 1771, Michel de L'Epee, seorang kepala biara di Prancis mendirikan sekolah umum tunarungu gratis pertama di dunia yang melahirkan bahasa isyarat.


Hari Bahasa Isyarat Internasional: Kenali 2 Jenis Bahasa Isyarat di Indonesia.

6 hari lalu

Hari Bahasa Isyarat Internasional: Kenali 2 Jenis Bahasa Isyarat di Indonesia.

Di Hari Bahasa Isyarat Internasional hari ini, menarik diingat kembali Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo).


Arti dan Sejarah Hari Bahasa Isyarat Internasional

6 hari lalu

Arti dan Sejarah Hari Bahasa Isyarat Internasional

Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional hari ini mengacu pada hari pembentukan World Federation of The Deaf.


23 September Diperingati Sebagai Hari Bahasa Isyarat Internasional, Begini Sejarahnya

8 hari lalu

23 September Diperingati Sebagai Hari Bahasa Isyarat Internasional, Begini Sejarahnya

Hari bahasa isyarat internasional atau IDSL didahului dengan pekan bahasa isyarat yang berlangsung pekan terakhir di bulan ini.


Cerita Winda, Juru Bahasa Isyarat Lagu Ojo Dibandingke yang Viral saat HUT RI

40 hari lalu

Cerita Winda, Juru Bahasa Isyarat Lagu Ojo Dibandingke yang Viral saat HUT RI

Aksi Winda Utami yang energik kala menginterpretasikan lagu Ojo Dibandingke viral di media sosial dan dipuji netizen


Beda Bahasa Isyarat, Bagaimana Komunitas Tuli Antarnegara Berkomunikasi?

42 hari lalu

Beda Bahasa Isyarat, Bagaimana Komunitas Tuli Antarnegara Berkomunikasi?

Komunitas internasional biasanya membuat International Sign dalam forum-forum tertentu untuk memudahkan bahasa isyarat.


Mengenal Winda Utami, Juru Bahasa Isyarat yang Ikut Joget Lagu Ojo Dibandingke

42 hari lalu

Mengenal Winda Utami, Juru Bahasa Isyarat yang Ikut Joget Lagu Ojo Dibandingke

Selain Farel Prayoga, Juru Bahasa Isyarat Winda Utami turut viral karena bergoyang ria dalam menerjemahkan nyanyian lagu Ojo Dibandingke.


Inilah Syarat Menjadi Juru Bahasa Isyarat

42 hari lalu

Inilah Syarat Menjadi Juru Bahasa Isyarat

Dari aturan pakaian hingga ekspresi wajah, berikut adalah beberapa syarat menjadi Juru Bahasa Isyarat di Indonesia.


Siswa SLB Mandiri Putra Bikin Karya Seni untuk Suvenir Resmi ASEAN Para Games Solo

58 hari lalu

Siswa SLB Mandiri Putra Bikin Karya Seni untuk Suvenir Resmi ASEAN Para Games Solo

Karya seni para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Mandiri Putra, Karanganyar, Jawa Tengah menjadi salah satu suvenir resmi ASEAN Para Games Solo.


Baznas Membangun Rumah Tahfidz Difabel di Lebak Bulus Jakarta Selatan

9 Juni 2022

Baznas Membangun Rumah Tahfidz Difabel di Lebak Bulus Jakarta Selatan

Rumah Tahfidz Al Quran bagi Difabel dari Baznas ini berada di wilayah SLB Ulaka Penca, Jakarta Selatan.