Sesame Street Membuat Tayangan Advokasi Anak dengan Autisme dalam Tiga Bahasa

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sesame Street mengenalkan karakter boneka penyandang autisme bernama Julia. Foto: Sesame Street

    Sesame Street mengenalkan karakter boneka penyandang autisme bernama Julia. Foto: Sesame Street

    TEMPO.CO, JakartaSesame Street, program tayangan anak yang menyajikan serial pendidikan melalui peran boneka, memperluas sajian acaranya. Sesame Street kini tidak hanya ditayangkan di televisi, melainkan pula secara online maupun offline.

    Sesame Workshop, organisasi nirlaba di balik acara televisi tersebut, memperluas materi online yang menampilkan Julia, boneka berusia empat tahun dengan autisme. Peluncuran ini mencakup video animasi yang menayangkan cara Julia belajar mengatasi ketakutan akan gelap.

    “Anak-anak dengan autisme dan keluarga mereka menghadapi tantangan yang sama sekali baru, khususnya tahun ini karena pandemi Covid-19," kata Jeanette Betancourt, Wakil Presiden Senior United States Social Impact di Sesame Workshop, seperti dikutip dari Disability Scoop, Kamis 7 Oktober 2021. "Sebab itu, kami hadir membantu anak-anak dan keluarga dalam menciptakan rutinitas yang sehat, mengembangkan pengaturan diri, dan strategi membangun ketahanan."

    Selain menampilkan sosok Julia sebagai penyampai pesan, Sesame Street juga menyajikannya dalam tiga bahasa, yakni bahasa Inggris dan dua bahasa untuk warga Tionghoa, yakni versi bahasa Mandarin dan bahasa Kanton. Dalam buku cerita digital berjudul "We're Amazing 1, 2, 3" tampak bagaimana Elmo dan Abby Cadabby belajar berinteraksi dengan Julia dalam berbagai bahasa itu.

    Sesame Street mengenalkan karakter boneka penyandang autisme bernama Julia beserta ayah, ibu, dan kakaknya. Foto: Sesame Street

    Lembaga nonprofit ini juga membuat artikel tentang tantangan bagi anak dengan autisme keturunan Tionghoa yang tinggal di Amerika. Mereka menyajikan isu kesetaraan ras dan ragam disabilitas kepada anak-anak dengan cara yang menarik. Ini merupakan bagian dari inisiatif Sesame Street dan Organisasi Autisme, See Amazing in All Children. Program yang dimulai pada 2015 ini dikembangkan untuk mendukung keluarga penyandang disabilitas intelektual sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

    Tidak hanya mengusung isu kesetaraan bagi penyandang autisme, Sesame Street memproduksi berbagai konten di studio khusus bernama Exceptional Minds. Studio ini dibangun untuk orang dewasa dengan spektrum autisme. Di sini, mereka dapat berlatih membuat animasi. Sementara materi tayangan bagi komunitas Tionghoa - Amerika diproduksi oleh Friends of Children with Special Needs, sebuah organisasi yang terbentuk dari komunitas autisme Tionghoa Amerika di San Francisco Bay Area.

    Baca juga:
    Sesame Street Kenalkan Boneka Anak Rohingya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.