Kisah Dokter Dukung Polisi Penyandang Disabilitas Korban Tabrak Lari

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penyandang disabilitas atau difabel. REUTERS | Rafael Marchante

    Ilustrasi penyandang disabilitas atau difabel. REUTERS | Rafael Marchante

    TEMPO.CO, Jakarta - Kisah dukungan seorang dokter terhadap pasiennya di Worcestershire, Inggris, menjadi viral di media sosial. Seorang polisi penyandang disabilitas fisik, Ben Perry mengunggah kisahnya di Twitter. Ben tak lain adalah pasien yang didukung dokter tersebut dalam mendapatkan haknya.

    Ben menceritakan, dokter yang telah mengoperasi kakinya tidak hanya melakukan tindakan medis, namun juga membantunya berkorespondensi dengan Dewan Transportasi Kota Worcestershire, Inggris, agar dia bisa mendapat lencana biru.

    Lencana biru ini adalah tanda yang dibuat khusus bagi difabel di Inggris untuk mendapat parkir gratis dan dekat dengan lokasi tujuan. "Saya mengajukan pembaruan lencana biru ke Dewan Transportasi Kota, tetapi permohonan saya ditolak dengan alasan kurang bukti," cuit Ben Perry di Twitter, Senin 30 Agustus 2021.

    Ben lantas menemui dokternya dan dokter tersebut menulis surat yang langsung ditujukan kepada Dewan Transportasi Kota. "Mari kita tunjukkan rasa hormat kepada dokter ini," ujarnya.

    BBC yang meliput kisah ini mewawancarai Ben dan meminta surat yang dituliskan dokter tersebut kepada Dewan Transportasi Kota. Ben menunjukkan surat dokter yang meminta dewan mengabulkan permohonan pasiennya. Salah satu argumentasi yang disampaikan dokter tersebut menguatkan bukti tentang kondisi kaki Ben yang tidak lagi dapat berfungsi karena harus diamputasi.

    "Proses amputasi mengakibatkan fungsi gerak menjadi lemah dan dia memiliki sindrom phantom limb kronis," demikian tertulis dalam surat dokter itu kepada Dewan Transportasi Kota seperti dikutip dari BBC, Jumat 3 September 2021. Sindrom phantom limb kronis ini menimbulkan rasa sakit terus-menerus di bagian lutut, sehingga membuat Ben tidak dapat bergerak mandiri.

    Ben menjadi difabel karena tertabrak pada 2018. Lutut polisi lalu lintas itu terlindas dan orang yang menabraknya kabur. Insiden itu membuat Ben seketika menjadi disabilitas karena tungkainya tidak dapat bergerak dan harus diamputasi.

    Surat rekomendasi dari dokter yang menangani pasien difabel di Inggris, penting sebagai dasar dalam memberikan fasilitas khusus untuk disabilitas. Surat keterangan medis ini menjadi salah satu bentuk aksesibilitas dan akomodasi bagi pasien, terutama bagi pasien yang tak dapat disembuhkan atau dikembalikan kondisinya melalui tindakan medis.

    Ben mengunggah surat dukungan dari dokter itu setelah dia memperoleh lencana biru dari Dewan Transportasi Kota Worcestershire. Surat dokter dan kisah polisi difabel ini menarik simpati dan kekaguman warganet.

    Terdapat 9.000 akun Twitter yang turut mengunggah cuitan Ben beserta foto surat dukungan dari dokter. Kendati kisahnya viral di media sosial, Ben tidak pernah menyebutkan nama dokter tersebut dengan alasan privasi.

    Baca juga:
    Multiple Sclerosis Penyebab Disabilitas Sensorik dan Fisik Secara Bersamaan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.