Pentingnya Deskripsi Audio bagi Anak Difabel Netra Saat Belajar di Rumah

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan pendamping membisiki alur cerita kepada penyandang tunanetra di Bioskop Harewos (bioskop berbisik) di Nuart Sculpture Park, Bandung, Jawa Barat, Ahad, 12 Agustus 2018. Kegiatan ini diikuti 36 penyandang tunanetra dan 36 relawan pendamping atau visual reader. TEMPO/Prima Mulia.

    Relawan pendamping membisiki alur cerita kepada penyandang tunanetra di Bioskop Harewos (bioskop berbisik) di Nuart Sculpture Park, Bandung, Jawa Barat, Ahad, 12 Agustus 2018. Kegiatan ini diikuti 36 penyandang tunanetra dan 36 relawan pendamping atau visual reader. TEMPO/Prima Mulia.

    TEMPO.CO, Jakarta - Audio description atau deskripsi audio merupakan salah satu fitur penting bagi difabel Netra. Director Audio Description Project dari American Council of the Blind, Joel Snyder mengatakan, suara menjadi pemandu bagi tunanetra yang dibutuhkan setiap saat.

    Di masa pandemi Covid-19, saat semua kegiatan belajar bagi anak berkebutuhan khusus dan non-difabel berlangsung lewat daring, Snyder mengingatkan lagi pentingnya fitur deskripsi audio. Menurut dia, metode belajar dari rumah bagi anak difabel Netra semestinya menyertakan deskripsi audio.

    "Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat deskripsi audio untuk anak-anak," kata Snyder dalam acara World Blind Summit di Madrid, Italia, yang dihadiri Tempo secara virtual, Selasa 29 Juni 2021. Unsur yang mesti diperhatikan antara lain pemilihan kata dan uraian yang mudah dimengerti oleh anak.

    Penting juga untuk menyampaikan konteks atau latar belakang dalam setiap penjelasan. Musababnya, anak-anak masih memiliki kosa kata yang terbatas. Dengan begitu, mereka tetap dapat mengikuti jalan cerita atau informasi yang tersaji.

    ADVERTISEMENT

    Dalam sesi diskusi panel bertema Audio Description Globally, seorang narasumber menyatakan produksi kata dalam sajian visual anak mencakup sekitar 2.000 kata. Sementara untuk sajian visual orang dewasa, produksi kata dapat mencapai 20 ribu. Selisih jumlah kata yang cukup banyak ini membuka kesempatan bagi anak-anak dengan disabilitas penglihatan mendapatkan gambaran yang lebih lengkap sebagai referensi visual anak di masa depan.

    Menurut Snyder, penggunaan deskripsi audio di beberapa negara dunia sudah berjalan sejak dua dekade lalu. Dia mencontohkan, anak-anak difabel Netra di Amerika dapat mengakses cerita Sesame Street sejak program acara itu muncul di televisi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?