Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tips Parenting: Cara Orang Tua Menjelaskan ke Anak Tentang Konsep Disabilitas

image-gnews
Ilustrasi difabel. Shutterstock
Ilustrasi difabel. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang tua yang kebingungan bagaimana menjawab atau menjelaskan konsep disabilitas kepada anak mereka. Baik orang tua dengan anak berkebutuhan khusus atau orang tua dari anak non-difabel perlu menyampaikan pemahaman yang tepat tentang konsep disabilitas.

Psikolog Pendidikan dari Universitas Yarsi, Alabanyo Berbahama mengatakan, penjelasan tentang konsep disabilitas berbeda-beda sesuai tahap perkembangan kognitif anak. Misalkan untuk anak berusia enam atau tujuh tahun, baru masuk tahap perkembangan konkret operasional.

"Artinya penjelasan mengenai konsep disabilitas harus konkret," ujar Alabanyo Berbahama saat dihubungi Tempo, Minggu 19 Juli 2020. Tahap perkembangan konkret operasional pada anak yang mulai kritis bertanya mengharuskan orang tua memperkenalkan konsep disabilitas dengan keadaan yang sebenanya.

Salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan pada tahap ini adalah, kenapa ada orang yang tidak dapat melihat atau mendengar seperti orang lain. Dalam merespons pertanyaan ini, orang tua harus memberitahu dengan jujur bahwa ada masalah pada proses mendengar atau melihat pada orang-orang yang mengalaminya.

Ilustrasi difabel. Shutterstock

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Pada tahapan ini, anak belum mengerti penjelasan mengenai konsep disabilitas yang sebenarnya bersifat abstrak," ujar Banyo. Sebab itu, orang tua memerlukan usaha lebih ketika menjelaskan mengenai keadaan berbeda atau penggunaan alat pengampu.

Anak dapat mengenal konsep disabilitas secara lebih luas ketika sudah duduk di bangku akhir sekolah dasar atau sekolah menengah pertama. Dalam usia sekitar 11 tahun ini, anak sudah masuk dalam tahap perkembangan formal operasional. "Pada tahap ini, anak sudah dapat berpikir secara abstrak," ujar Alabanyo.

Dalam teori psikologi, tahap perkembangan kognitif anak terbagi dalam empat tingkat. Pertama, sensorik motorik; kedua, pre-operasional; ketiga, konkret operasional; dan keempat, formal operasional. Pendekatan mengenai konsep difabel berbeda pada setiap tingkatannya.

Satu hal yang juga penting diperhatikan oleh orang tua adalah jangan menggunakan konsep cacat ketika menjelaskan tentang disabilitas. "Semua pendekatan harus dilakukan secara positif. Penuturan yang benar adalah dengan menggunakan 'ada sedikit masalah' atau 'memerlukan bantuan'," katanya.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Day6 Gelar Konser Spesial untuk Anak Pejuang Leukemia, Wonpil Berikan Keyboardnya

5 jam lalu

Grup band asal Korea Selatan, DAY6. Foto: X/@day6official
Day6 Gelar Konser Spesial untuk Anak Pejuang Leukemia, Wonpil Berikan Keyboardnya

Day6 menghabiskan waktu bersama anak pejuang leukemia limfoblastik akut berusia 7 tahun yang tidak dapat datang ke konser karena sakit.


Tim Dokter Bikin Kampanye untuk Mengukur Seberapa Buruk Kasus Kurang Gizi pada Anak-anak di Gaza

21 jam lalu

Bocah Palestina Ahmed Qannan, yang menderita kekurangan gizi, dirawat di pusat kesehatan, di tengah kelaparan yang meluas, ketika konflik antara Israel dan Hamas berlanjut, di Rafah, di selatan Jalur Gaza 4 Maret 2024. REUTERS/Mohammed Salem
Tim Dokter Bikin Kampanye untuk Mengukur Seberapa Buruk Kasus Kurang Gizi pada Anak-anak di Gaza

Sejumlah LSM sedang berusaha meningkatkan pemeriksaan kesehatan pada anak-anak untuk melihat seberapa buruk kasus kurang gizi di Gaza


Pentingnya Keluarga Awasi Anak untuk Cegah Penculikan

1 hari lalu

Ilustrasi penculikan. Shutterstock.com
Pentingnya Keluarga Awasi Anak untuk Cegah Penculikan

KemenPPPA menyebut pentingnya peran keluarga untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pendekatan terhadap anak demi mencegah penculikan.


Hari Peduli Sedunia, OCBC Ajak Disabilitas Ikut Tingkatkan Literasi Keuangan

1 hari lalu

Semua Bisa #FinanciallyFit: Disabilitas Menyala Tanpa Batas/OCBC
Hari Peduli Sedunia, OCBC Ajak Disabilitas Ikut Tingkatkan Literasi Keuangan

Survei dari Menembus Batas di Januari 2024 menunjukkan bahwa 55,3 persen responden disabilitas tidak pernah mendengar soal literasi keuangan


Kemenkes Ingatkan Peran Kunci Orang Tua dalam Menangani Anak DBD

2 hari lalu

Ilustrasi anak demam. saidsupport.org
Kemenkes Ingatkan Peran Kunci Orang Tua dalam Menangani Anak DBD

Kewaspadaan orang tua adalah kunci keberhasilan dalam penanganan DBD pada anak. Berikut yang perlu dilakukan.


Larissa Chou Harus Transfusi Darah hingga 3 Kantong saat Melahirkan Anak Kedua

2 hari lalu

Larissa Chou bersama sang putra setelah melahirkan anak keduanya dengan Ikram Rosadi pada Sabtu, 22 Juni 2024. Foto: Instagram/@larissachou
Larissa Chou Harus Transfusi Darah hingga 3 Kantong saat Melahirkan Anak Kedua

Larissa Chou melahirkan anak kedua yang diberi nama Alesha Alifa Habatillah Rosadi di Bandung. Suami dan putra pertamanya setia menemani.


Cara Nikita Willy Atasi Trauma Makan Anak

3 hari lalu

Nikita Willy bersama suami dan anak sulungnya. Instagram.com/@nikitawillyofficial94
Cara Nikita Willy Atasi Trauma Makan Anak

Nikita Willy menuturkan anak pertamanya sempat mengalami trauma makan. Ia pun mengisahkan cara mengatasinya.


Orang Tua Dianjurkan Buat MPASI Sendiri daripada Beli di Pinggir Jalan

3 hari lalu

Ilustrasi bayi makan/menyuapi bayi. Shutterstock
Orang Tua Dianjurkan Buat MPASI Sendiri daripada Beli di Pinggir Jalan

MPASI yang dibuat sendiri di rumah diklaim memiliki kandungan dan takaran yang jauh lebih baik dibanding yang dijual di pinggir jalan.


Tips buat Orang Tua untuk Atasi Anak Kecanduan Gawai

4 hari lalu

Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)
Tips buat Orang Tua untuk Atasi Anak Kecanduan Gawai

Anak kecanduan gawai sering menunjukkan gejala seperti mudah tersinggung, prestasi akademik buruk, dan malas pergaulan. Berikut saran buat orang tua.


Begini Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

4 hari lalu

Seorang pemain tim esports Rogue Warriors berlatih untuk permainan
Begini Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

Kecanduan gadget pada anak perlu ditangani dengan bijak agar tidak berdampak negatif ke depannya.