Minggu, 18 November 2018

Kondisi Difabel Baru Usai Tanggap Darurat Bencana Palu Donggala

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota tim SAR Korea Selatan berusaha mengevakuasi korban gempa bumi yang tertimbun reruntuhan gedung Restoran Dunia Baru di Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 22 Oktober 2018. Badan SAR Nasional menyebutkan, hingga 24 hari pascabencana, pihaknya telah mengevakuasi 2.113 jenazah korban. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

    Sejumlah anggota tim SAR Korea Selatan berusaha mengevakuasi korban gempa bumi yang tertimbun reruntuhan gedung Restoran Dunia Baru di Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 22 Oktober 2018. Badan SAR Nasional menyebutkan, hingga 24 hari pascabencana, pihaknya telah mengevakuasi 2.113 jenazah korban. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

    TEMPO.CO, Gunungkidul - Masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami Palu Donggala, Sulawesi Tengah telah usai pada Jumat, 26 Oktober 2018. Ketua Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan atau Perdik Sulawesi Selatan, Ishak Salim mengatakan salah satu kondisi yang harus diperhatikan setelah tanggap darurat adalah bagaimana menangani para penyandang disabilitas baru pascabencana.

    Baca: Kisah Haru Sampai Lucu Relawan Bahasa Isyarat, Bak Main Teater

    Data sementara yang diperoleh Perdik dari sejumlah rumah sakit di Palu dan Donggala menunjukkan sebanyak 20 korban bencana gempa dan tsunami menjadi disabilitas baru. Mereka mengalami cedera karena tertimpa reruntuhan bangunan dan ada yang sampai diamputasi.

    Sejumlah pekerja membangun hunian sementara (huntara) di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 25 Okotber 2018. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 1.200 unit hunian sementara yang diperuntukkan bagi korban gempa, tsunami, dan pencairan tanah (likuifaksi) di Palu, Sigi, dan Donggala. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

    Setelah tanggap darurat bencana selesai, proses selanjutnya adalah masa transisi pembangunan hunian sementara, kemudian rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa. "Kami akan memberikan masukan mengenai pembangunan hunian sementara yang aksesibel bagi difabel," kata Ishak kepada Tempo di sela Temu Inklusi 2018 di Balai Desa Plembutan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Selasa, 23 Oktober 2018.

    Artikel lainnya: Cara Tunanetra Mengenali Keaslian dan Nominal Rupiah

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membangun hunian sementara yang ramah difabel, antara lain fasilitas ramp atau bidang miring untuk memudahkan pengguna kursi roda dan kamar mandi yang dilengkapi besi pegangan atau handrail sebagai pegangan disabilitas. "Kami juga harus punya data difabel di setiap keluarga yang akan pindah dari pengungsian ke hunian sementara," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.