Senin, 17 Desember 2018

Marks & Spencer Bikin Baju Difabel, Ada Bagian yang Dihilangkan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan anak berkebutuhan khusus merayakan hari ulang tahun YPAC ke 64 dengan berkeliling kawasan jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Jawa Tengah, 7 Februari 2017. YPAC dahulu diperuntukkan korban revolusi perang kemerdekaan Republik Indonesia. TEMPO/Bram Selo Agung

    Puluhan anak berkebutuhan khusus merayakan hari ulang tahun YPAC ke 64 dengan berkeliling kawasan jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Jawa Tengah, 7 Februari 2017. YPAC dahulu diperuntukkan korban revolusi perang kemerdekaan Republik Indonesia. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Label busana Marks & Spencer meluncurkan pakaian untuk difabel, terutama anak-anak berkebutuhan khusus. Model pakaian ini dibuat dengan desain berpotongan lebar agar mereka nyaman mengenakannya.

    Baca juga:
    Pengelola Bandara Soekarno - Hatta Tambah Fasilitas untuk Difabel

    “Kami membuat pakaian ini berdasarkan survei permintaan orang tua untuk anak berkebutuhan khusus mereka,” ujar Rebecca Garner, Fashion Designer Marks & Spencer untuk pakaian anak, seperti yang dikutip dari Independent Daily, Jumat 28 September 2018.

    Marks & Spencer menggunakan kain berbahan lembut untuk mencegah iritasi pada kulit anak berkebutuhan khusus. Selain itu, label kain yang biasa terpasang pada bagian leher dihilangkan. Menurut Rebecca, label ini paling sering memicu iritasi kulit pada anak berkebutuhan khusus.

    Selain menggunakan bahan yang lembut dan anti-iritasi, pakaian anak berkebutuhan khusus ini dilengkapi banyak kantong dan terdiri dari aneka warna. Kantong itu untuk menyimpan makanan dan mainannya.

    Label busana Marks & Spencer membuat busana khusus untuk anak berkebutuhan khusus. Laman Marks and & Spencer

    Konsultan pediatri, dokter John Chang menyambut baik adanya busana untuk anak berkebutuhan khusus, terutama yang masih berusia kurang dari 5 tahun. “Dokter terkadang tak bisa memprediksi seperti apa yang dianggap nyaman oleh bayi dan balita berkebutuhan khusus," kata dia.

    Persoalan yang terjadi, menurut dia, bukan pada kondisi fisik mereka, melainkan kenyamanan dari baju yang dipakai. Marks & Spencer melibatkan John Chang sebagai konsultan medis pada pembuatan desain baju. Chang juga memantau konsentrasi bahan kimia yang boleh digunakan pada bahan pakaian.

    Marks & Spencer juga menggunakan model anak berkebutuhan khusus seperti Down Syndrome, Celebral Palsy, dan anak dengan bentuk tulang panggul berbeda, agar para orang tua tahu seperti apa wujud pakaian itu ketika dikenakan. Produk ini dibanderol sekitar Rp 300 – 700 ribu.

    Artikel lainnya:
    Industri Penyiaran Buka Peluang Kerja Lebih Besar buat Difabel
    Atlet Asian Para Games 2018, Laura Aurelia: Jangan Remehkan Jatuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".