Minggu, 23 September 2018

Blitab Tablet dengan Guratan Braille untuk Tunanetra

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Santri penyandang tunanetra saat membaca Al Quran Braille yang diproduksi oleh Yayasan Raudlatul Makfufin, di Tanggerang Selatan, 22 Mei 2018. Yayasan Raudlatul Makfufin mulai membuat Al Quran Braille sejak 1996 sampai 2000 dan meluncurkan Al Quran Braille pertama di tahun 2000 dalam bentuk cetakan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Santri penyandang tunanetra saat membaca Al Quran Braille yang diproduksi oleh Yayasan Raudlatul Makfufin, di Tanggerang Selatan, 22 Mei 2018. Yayasan Raudlatul Makfufin mulai membuat Al Quran Braille sejak 1996 sampai 2000 dan meluncurkan Al Quran Braille pertama di tahun 2000 dalam bentuk cetakan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi Tunanetra, huruf Braille adalah sarana penting untuk membaca dan menulis sebelum tercipta pembaca layar. Hingga kini, lembaga pendidikan formal maupun non formal masih menggunakan huruf yang diciptakan tahun 1824 tersebut untuk menulis atau menandai sesuatu yang tidak terakses pembaca layar.

    Baca juga: Orientasi Mobilitas, Cara Adaptasi Tunanetra di Lingkungan Baru

    Lantaran peran penting itulah, sebuah startup yang berkembang di Austria menciptakan tablet untuk disabilitas netra. Tidak hanya menyediakan pembaca layar, startup ini juga menciptakan layar bertekstur Braille untuk pengguna Tunanetra.

    “Tablet ini berguna bagi karyawan Tunanetra yang harus membaca dan menandatangani kontrak tanpa bantuan pendamping,” ujar Perintis Start up yang menciptakan tablet berhuruf Braille, Kristina Tsvetnova, seperti yang dikutip New York Times, Rabu pekan lalu.

    Tablet yang dikembangkan Tsvetnova ini dinamai Blitab dan akan diluncurkan akhir tahun 2018 di Wina Austria. Dalam menciptakan produk ini, Tsbetnova belum memikirkan mengenai keuntungan yang akan didapat.

    “Saya percaya akan selalu ada pangsa pasar bagi teknologi yang menyediakan aksesibilitas,” ujar Tsvetnova. Lulusan teknologi manajemen industri ini membuat tablet dengan sistem operasi android.

    Bentuk dan ukuran Blitab hamppir sama dengan Ipad atau Ticker. Hanya saja pada permukaan Blitab tersedia guratan huruf Braille sebanyak 14 baris. Guratan ini bersifat fleksibel yang tetap rata saat aplikasi Braille tidak digunakan dan dapat timbul ketika aplikasi dibuka.

    Baca juga: Saat Huruf Braille Mulai Tergeser Kecanggihan Teknologi

    Huruf Braille pada Blitab dapat timbul tenggelam karena permukaan Blitab  terbuat dari teknologi layar bening berbahan liquid. “Blitab dapat menerjemahkan berbagai tipe konten ke dalam huruf Braille menggunakan software berbasis Cloud,” ujar Tsvetnova. Tablet ini rencananya akan dibanderol dengan harga USD$500 atau sekitar Rp 7,5 juta.

    NEWYORKTIMES | PERKINSELEARNING | TECHNOLOGYREVIEW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.