Minggu, 18 November 2018

3 Kemampuan Pebasket Kursi Roda yang Tak Dimiliki Pebasket Biasa

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebasket kursi roda Indonesia Johan Edy (tengah), berusaha menghindari penjagaan pebasket Thailand dalam Indonesia Para Games Invitational Tournament di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Juli 2018. Kekalahan itu membuat tim Indonesia meraih perak dalam ajang tersebut. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Pebasket kursi roda Indonesia Johan Edy (tengah), berusaha menghindari penjagaan pebasket Thailand dalam Indonesia Para Games Invitational Tournament di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Juli 2018. Kekalahan itu membuat tim Indonesia meraih perak dalam ajang tersebut. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Olahraga basket bagi kalangan penyandang disabilitas daksa sudah sangat populer. Tidak hanya di dunia olahraga internasional, olahraga ini pun mulai berkembang di Indonesia. Hal itu ditandai dengan keikutsertaan cabang olahraga basket kursi roda dalam ajang Asian Para Games 2018.

    Pelatih nasional basket kursi roda Indonesia, Fajar Brillianto, mengatakan keistimewaan pebasket kursi roda adalah semangatnya. “Semangat mereka di atas rata-rata atlet pada umumnya,” ujarnya saat diwawancara di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad pekan lalu.

    Selain semangat, ada keistimewaan lain pemain basket kursi roda, yang belum tentu dimiliki pebasket pada umumnya. Berikut ini tiga keistimewaannya.

    Baca juga:
    5 Cara Mencegah Bullying Kepada Anak Berkebutuhan Khusus
    Kaiden, Orang Indonesia Pertama Pembuat Tongkat Tunanetra

    1. Kemampuan mengendalikan kursi roda
    Halangan paling mendasar saat menjadi pebasket kursi roda adalah menguasai kursi roda sambil mengontrol bola. Kemampuan ini perlu dimiliki agar pemain basket tidak pecah perhatiannya dan kehilangan kontrol permainan saat membawa bola. Selain itu, kursi roda merupakan pengganti kaki sebagai alat mobilitas.

    Pebasket kursi roda Indonesia, Donald Putra Santoso (tengah), berebut bola dengan pebasket Malaysia, Fazlan Ismail (kiri) dan Nor Muhammad Firdaus, dalam Indonesia Para Games Invitational Tournament di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad 1 Juli 2018. Tim bola basket kursi roda Indonesia menang atas Malaysia dengan skor 54-53. ANTARA/Wahyu Putro A

    2. Kekuatan otot lengan, punggung, dan bahu
    Ketiga bagian tubuh ini diperlukan saat melakukan gerakan-gerakan dalam basket. Seperti dribble bola, layup, dan menembakkan bola ke keranjang. Karena tinggi ring basket yang digunakan tetap sesuai dengan untuk pemain biasa, pebasket kursi roda perlu memiliki kekuatan otot lengan yang lebih besar. Kekuatan ini diperlukan untuk memberikan tekanan ketika menembakkan bola ke keranjang. Musababnya, pebasket kursi roda memiliki posisi yang lebih pendek dari pebasket biasa.

    3. Kekuatan otot pinggang
    Kekuatan otot pinggang diperlukan saat pemain harus melakukan gerakan berputar atau menghindar. Menurut Fajar, saat melakukan gerakan berputar, pemain basket kursi roda memusatkan kekuatannya pada otot pinggang. Sebab, yang diputar bukan hanya badan bagian atas, tapi juga semua bagian kursi roda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.