Penyandang Disabilitas Mental di Panti Rehabilitasi: Dipasung, Kemerdekaan Dirampas, dan Alami Pelecehan Seksual

Reporter

Dua penyandang disabilitas mental dipasung di tempat mereka ditempatkan di panti. Foto: Perhimpunan Jiwa Sehat.

TEMPO.CO, Jakarta - Dari wajah kuyunya, matanya memancarkan permintaan tolong meski tak diucapkan secara langsung di dalam sebuah panti rehabilitasi disabilitas psikososial di Kebumen, Jawa Tengah. “I am hungry, very hungry,” kata pria itu menjawab pertanyaan penanya yang diajukan dalam Bahasa Inggris. 

Content Warning. Artikel ini mengandung konten sensitif yang bisa mengganggu pembaca.

Tulang-tulangnya menonjol, tak terlihat ada daging di tubuh mereka, tanda asupan makan dan gizi amat kurang. “I am sorry,” kata si penanya melihat kondisinya. Pria itu menjawab kembali, “No problem.” . Ia mengaku dibawa ke panti rehabilitasi disabilitas psikososial oleh keluarganya yang malu dengan keberadaannya sebagai penyandang disabilitas mental. “Two months here,” katanya menjelaskan sudah dua bulan dipasung di tempat ini.

Penyandang Disabilitas Mental Dipasung di Panti Rehabilitasi

Dipasung? Ya. Pria yang duduk nglemprah di lantai itu dalam kondisi kakinya dipasung dengan rantai besi tebal. Di sebelahnya duduk pria dalam kondisi serupa. Wajah mereka cemong dan berdebu. Jika dilihat dari keseluruhan penampilan mereka, tampaknya sudah berhari-hari, mungkin berbulan-bulan mereka tak mandi.

Mereka sungguh tak terawat. Wajah yang berdebu, kuku panjang dan menghitam, bercampur dengan kotoran mereka sendiri. Video yang menyakitkan hati ini hasil pengambilan gambar yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh aktivis di Perhimpunan Jiwa Sehat, sebuah komunitas yang mengadvokasi kesehatan mental.

Seorang penyandang disabilitas psikosial dipasung kakinya. Foto: Perhimpunan Jiwa Sehat.

Staf di Perhimpunan Jiwa Sehat merekamnya saat melihat kondisi panti di Kebumen, awal tahun lalu. Terlihat mereka tidak ditempatkan secara layak. Kebanyakan tiduran ngglemprah di lantai dalam kondisi dirantai kakinya.  Hasil rekaman video itu dikompilasi dengan penelusuran sejumlah panti rehabilitasi disabilitas psikososial lainnya di Indonesia, seperti di Bekasi.

Di panti rehabilitasi di Bekasi ini, kondisinya sedikit lebih baik. Tak ada yang dipasung tapi mereka ditempatkan di ruangan yang dibatasi jeruji besi persis seperti dalam rumah tahanan.  Mereka bertahun-tahun mendekam di tempat itu.

Seorang perempuan berpenampilan bersih mengaku kesal dengan perlakuan yang diterimanya sejak berada di tempat itu. Rambutnya digunduli. “Sudah dua kali dibotakin, tidak boleh menolak,” ujarnya. “Saya punya hak kan Bu untuk menolak, saya pikir rambut itu mahkota buat saya,” ujarnya bertanya kepada perekam dari Perhimpunan Jiwa Sehat.

Alami Pelecehan Seksual

Perempuan setengah baya itu kemudian menuturkan pengalaman dilecehkan oleh dokter yang datang. “Megang payudara saya. Saya bilang, ‘Dokter, saya enggak gila lho, ini pelecehan’,” katanya.

Menurut Direktur Eksekutif Perhimpunan Jiwa Sehat, Yeni Rosa Damayanti, kondisi panti rehabilitasi dan psikososial di Indonesia umumnya tidak layak. Mereka diperlakukan tidak manusia dan melanggar hak asasi mereka sebagai manusia.

Para penyandang disabilitas mental ditempatkan di panti rehabilitasi disabilitas psikososial. Foto: Perhimpunan Jiwa Sehat.

Mereka dianggap tidak memiliki kesadaran sebagai manusia sehingga perlakuan tidak manusiawi itu menjadi sebuah normalitas. “Mereka dirantai, dipasung, untuk waktu yang tidak pasti,” kata Yeni Rosa kepada Tempo pada Selasa, 20 September 2022.

Menurut Yeni, kebanyakan panti rehabilitasi dan psikosial memperlakukan pasien seperti tahanan. “Ada yang dipasung, ada yang dikurung, ada yang di kamar. Kesamaannya, semua enggak boleh keluar. Pintu gerbang selalu ditutup,” kata dia.

Para pasien ini tidak mendapatkan perawatan yang memadai. “Panti itu fungsinya sebagai tempat pembuangan, keluarga yang enggak mau mengurus dan merasa malu memiliki keluarga yang menyandang disabilitas mental,” ujarnya.

Di beberapa panti, menurut Yeni, ada psikiater yang datang berkunjung sebulan sekali. “Tapi diagnosisnya dipukul rata dengan dikasih obat yang sama tanpa disesuaikan kondisinya,” kata Yeni Rosa.

Tidak ada perawatan kesehatan bagi pasien penghuni panti ini amat kontras dengan fakta keluarga mereka mengeluarkan dana cukup mahal per bulan. Untuk menitipkan anggota keluarga mereka di panti itu, minimal membayar Rp 2 juta. “Angka yang tak sebanding dengan perlakuan yang mereka terima di panti,” kata Dhede, staf advokasi Perhimpunan Jiwa Sehat.

Bahkan, menurut dia, panti-panti sengaja membuat para pasien yang dititipkan itu selamanya dianggap mengalami masalah Kesehatan mental. Tak ada rehabilitasi sesuai nama panti itu. “Saya cukup dua tahun saja di situ,” kata seorang pria yang pernah menjadi penghuni di sebuah panti, seperti yang direkam di video itu. “Mereka memutus komunikasi saya dengan keluarga. Setiap saya tanya untuk berkomunikasi tidak pernah dikasih akses. Waktu produktif saya habis dua tahun di sana,” ujarnya.

Baca juga: Ribuan Panti Rehabilitasi Disabilitas Psikososial Tidak Memiliki Izin Pengumpulan Uang dan Barang

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Kuasa Hukum Putri Candrawathi Ungkap 11 Asumsi Jaksa dalam Replik dan Tuntutan

1 hari lalu

Kuasa Hukum Putri Candrawathi Ungkap 11 Asumsi Jaksa dalam Replik dan Tuntutan

Tim kuasa hukum Putri Candrawathi membeberkan 11 asumsi yang digunakan jaksa untuk membangun tuntutan hingga replik dalam perkara pembunuhan Yosua.


Kuasa Hukum Putri Candrawathi Anggap Replik Jaksa Menyedihkan dan Nyaris Sia-sia

1 hari lalu

Kuasa Hukum Putri Candrawathi Anggap Replik Jaksa Menyedihkan dan Nyaris Sia-sia

Jaksa menuturkan kuasa hukum Putri Candrawathi seharusnya mempersiapkan bukti-bukti valid tentang pelecehan dan pemerkosaan di awal persidangan.


Yosua Difitnah sebagai Pemerkosa, Keluarga Berharap Ferdy Sambo Divonis Minimal Penjara Seumur Hidup

2 hari lalu

Yosua Difitnah sebagai Pemerkosa, Keluarga Berharap Ferdy Sambo Divonis Minimal Penjara Seumur Hidup

Keluarga Yosua berharap majelis hakim bisa menjatuhkan putusan seadilnya-adilnya saat vonis terdakwa Ferdy Sambo pada 13 Februari 2023.


Jaksa Sebut Putri Candrawathi Tak Lakukan Visum karena Berusaha Pertahankan Ketidakjujuran

4 hari lalu

Jaksa Sebut Putri Candrawathi Tak Lakukan Visum karena Berusaha Pertahankan Ketidakjujuran

Menurut jaksa keterangan ahli psikologi forensik dalam kasus Putri Candrawathi tidak relevan dijadikan alat bukti.


Jaksa Sebut Tim Kuasa Hukum Putri Candrawathi Paksakan Motif Pelecehan Tanpa Bukti Valid

4 hari lalu

Jaksa Sebut Tim Kuasa Hukum Putri Candrawathi Paksakan Motif Pelecehan Tanpa Bukti Valid

Jaksa menuding Putri Candrawathi malah tidak berkata jujur dan ketidakjujuran ini didukung oleh tim kuasa hukumnya.


Dani Alves Berada Satu Sel dengan Pengawal Ronaldinho di Penjara Brians 2 di Barcelona

4 hari lalu

Dani Alves Berada Satu Sel dengan Pengawal Ronaldinho di Penjara Brians 2 di Barcelona

Dani Alves saat ini mendekam di penjara Brians 2 di Barcelona karena kasus pelecehan seksual sejak 20 Januari lalu.


Pengacara Yakin Dani Alves Bisa Dibebaskan dari Penjara dalam Waktu Satu Bulan

4 hari lalu

Pengacara Yakin Dani Alves Bisa Dibebaskan dari Penjara dalam Waktu Satu Bulan

Tim kuasa hukum Dani Alves berencana mengajukan banding terhadap perintah penahanan sementara tanpa jaminan terhadap kliennya, Senin, 30 Januari 2023.


Khawatir Pelecehan, Warga Minta Petugas Keamanan di Skywalk Kebayoran Lama Ditambah

6 hari lalu

Khawatir Pelecehan, Warga Minta Petugas Keamanan di Skywalk Kebayoran Lama Ditambah

Warga Jakarta, khusunya yang perempuan khawatir terjadi pelecehan seksual di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau Skywalk Kebayoran Lama


Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Ini 5 Bukti yang Dapat Memberatkan Dani Alves

8 hari lalu

Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Ini 5 Bukti yang Dapat Memberatkan Dani Alves

Pelapor mengidentifikasi Dani Alves dari tato bulan sabit di perutnya.


Putri Candrawathi Siap Pertanggungjawabkan Kesaksiannya kepada Tuhan

9 hari lalu

Putri Candrawathi Siap Pertanggungjawabkan Kesaksiannya kepada Tuhan

Apapun yang dilakukan, kata Putri Candrawathi, menjadi salah di mata mereka. Dia pun siap mempertanggungjawabkan kesaksiannya kepada Tuhan.