Tips Menyesuaikan Jenis Pekerjaan dengan Kemampuan dan Ragam Disabilitas

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi difabel. Shutterstock

    Ilustrasi difabel. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas harus memahami bagaimana menyesuaikan jenis pekerjaan dengan kemampuan dan ragam disabilitas karyawannya. Jangan sampai tugas yang harus dikerjakan karyawan difabel itu sulit terakses atau terkendala sesuatu hal yang semestinya bisa diatasi.

    Desainer lingkup kerja inklusif di Sillicon Valley, Amerika Serikat, Terry Rodriguez Hong mengatakan, terkadang ada pekerjaan yang cocok dengan pelamar kerja dengan disabilitas, namun tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka. Sebab itu, penting bagi perusahaan untuk menyesuaikan jenis pekerjaan dengan kemampuan dan ragam disabilitas. Berikut pertimbangan yang mesti diperhatikan oleh calon pekerja atau karyawan:

    • Riset sebelum melamar pekerjaan
      Bacalah website resmi perusahaan untuk mengetahui latar belakang perusahaan, terutama dalam membangun budaya kerja mereka. Riset kecil-kecilan ini tidak hanya dilakukan sampai pada situs resmi atau blog perusahaan saja. Lakukan juga riset di media sosial atau pemberitaan mengenai perusahaan yang hendak dituju.

      Misalkan riset pada platform profil kerja seperti LinkedIn. Dengan begitu, pelamar disabilitas akan memperoleh cara pandang yang lebih objektif dan mencocokkan jenis pekerjaan yang tersedia dengan latar belakang pelamar. Dengan melakukan riset ini, pelamar disabilitas juga dapat mengetahui apa saja visi misi perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kapabilitas dan menyesuaikan dengan kriteria perusahaan.

    • Bertanya tentang budaya perusahaan kepada pewawancara kerja
      Tahapan ini dapat dilakukan pelamar disabilitas saat proses wawancara, bahkan ketika menjalani panggilan kerja pertama. Pertanyaan sebaiknya tidak langsung menggunakan sudut pandang penyandang disabilitas, tetapi dengan sudut pandang pemberi kerja.

      Contoh, pertanyaan tentang pandangan perusahaan terhadap budaya kerja inklusi atau akomodasi apa yang diketahui perusahaan bagi penyandang disabilitas. Setidaknya, apabila aksesibilitas kerja tidak tersedia dalam perusahaan, pelamar disabilitas dapat mengetahui kondisi sebenarnya dan dapat lebih nyaman membuka identitas kedisabilitasannya sejak awal proses penerimaan kerja.

    • Tetap memperhatikan rambu-rambu wawancara kerja
      Lakukan wawancara kerja secara profesional, selayaknya pelamar disabilitas berkecimpung di dunia non-difabel. Perhatikan rambu wawancara kerja agar pelamar disabilitas tidak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan.

      Di sisi lain, rambu-rambu ini dapat membantu pelamar disabilitas memetakan budaya dan empati perusahaan terhadap pekerja dengan disabilitas. Menurut Terry Rodriguez Hong, setiap pelamar dengan disabilitas dapat merasakan perbedaan perusahaan yang memiliki empati terhadap pekerja disabilitas dengan perusahaan yang tidak peduli sama sekali dengan pekerja disabilitas.

      Pertimbangkan apakah lebih banyak berpihak pada penyandang disabilitas atau tidak. Rambu-rambu tersebut dapat menggambarkan hasil akhir proses perekrutan.

    FAST COMPANY | SILLICON VALLEY

    Baca juga:
    Sumpah Pemuda, Mahasiswa Deklarasi Aliansi Mahasiswa Disabilitas Indonesia

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Seputar Omicron, Varian Baru Covid-19 Asal Afrika Selatan

    Kurang dari tiga minggu, Varian Omicron dari Covid-19 masuk kategori mengkhawatirkan versi WHO. Bagaimana sifat varian asal Afrika Selatan ini?