TNI AU Bayar Denda Adat kepada Difabel Korban Kekerasan di Merauke Papua

Ilustrasi kekerasan. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang difabel di Merauke, Papua, menjadi korban tindak kekerasan prajurit TNI Angkatan Udara pada Senin, 26 Juli 2021. Dalam video yang beredar, tampak seorang anggota TNI AU memiting tangannya sembari berusaha menelungkupkan penyandang disabilitas itu di atas trotoar. Dan seorang lagi menginjak kepalanya.

Atas peristiwa tersebut, Komandan Resor Militer, Komandan Distrik Militer, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara, dan Komandan Polisi Militer bertemu dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda Papua, dan keluarga difabel korban kekerasan tadi. Pria tersebut bernama Steven, 17 tahun.

Staf Ahli Madya Bidang Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia Kantor Staf Presiden, Sunarman Sukamto mengatakan sudah ada kesepakatan damai di antara kedua pihak. Meski begitu, kesepakatan damai tersebut tidak serta-merta menggugurkan proses hukum terhadap dua anggota TNI AU yang bertindak di luar batas tadi.

"Sebagai bagian dari perdamaian, pihak TNI AU telah memberikan tali asih berupa seekor babi, sembako, dan sejumlah uang," kata Sunarman kepada Tempo, Kamis 29 Juli 2021. Kesepakatan damai itu berlangung pada Rabu, 28 Juli 2021. Selain serah terima tali asih dan membayar denda, kedua pihak sepakat tidak ada tindak lanjut seusai peristiwa tersebut.

Beberapa jam setelah video itu viral, TNI AU mengklarifikasi dan minta maaf atas tindakan dua prajuritnya yang sedang bertugas di Papua, yakni Sersan Dua A dan Prajurit Dua V. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum.

Baca juga:
Update Kondisi Difabel Korban Kekerasan oleh Anggota TNI AU di Merauke Papua






Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

5 jam lalu

Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

Komnas HAM meminta TNI mengevaluasi keberadaan Brigif Raider 20 di Timika, Papua. Permintaan ini merupakan yang pertama dari Komnas untuk TNI.


Perkuat Pengawasan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

8 jam lalu

Perkuat Pengawasan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

Perkuat pengawasan dan pengarusutamaan hak penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya, dalam upaya bersama untuk memajukan penegakan HAM di Indonesia.


OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

12 jam lalu

OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

Kepala Staf Presiden Moeldoko bereaksi keras atas pernyataan TPNPB-OPM menyebut Presiden Jokowi sebagai penjahat perang di Papua.


Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

14 jam lalu

Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe harus kooperatif dan memenuhi panggilan KPK.


TNI AU Usut Pemilik Granat Asap dan Ratusan Peluru di Pondok Gede

1 hari lalu

TNI AU Usut Pemilik Granat Asap dan Ratusan Peluru di Pondok Gede

TNI AU masih usut kepemilikan dan asal-muasal granat asap dan peluru di rumah kontrakan.


Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

3 hari lalu

Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melayangkan somasi kepada tim kuasa hukum Lukas Enembe.


Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

3 hari lalu

Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

Kuasa hukum Lukas Enembe merasa PPATK tengah membunuh karakter Gubernur Papua itu dengan mengungkap soal setoran ke kasino.


Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

3 hari lalu

Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

Tokoh Agama Papua meminta Gubernur Lukas Enembe mendatangi KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan hari ini.


Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

4 hari lalu

Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

Tokoh Gereja Kristen Indonesia di Tanah Papua itu meminta masyarakat tidak melakukan provokasi dalam bentuk apa pun dalam kasus Lukas Enembe.


KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

5 hari lalu

KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

1.800 personel polisi disiagakan mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat setelah KPK mengeluarkan panggilan kedua ke Lukas Enembe