Difabel Terlunta di Terminal Baranangsiang Bogor, Kini Jadi Pembuat Sepeda Motor

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Longginus Eusabilis Bogin atau Rana, pengguna kaki palsu yang merakit sepeda motor roda tiga untuk difabel. Foto: Antaranews

TEMPO.CO, Jakarta - Jika kamu melihat sepeda motor roda tiga yang digunakan oleh difabel, bisa jadi itu adalah hasil karya Longginus Eusabilis Bogin, seorang pengguna kaki palsu asal Flores, Nusa Tenggara Timur. Pria yang biasa disapa Rana ini punya kisah menarik yang menginspirasi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Rana tertabrak sepeda motor saat berusia 7 tahun. Sejak itu, dia menggunakan tongkat untuk beraktivitas. Hingga pada 2018, Rana membulatkan tekad untuk pergi ke Bogor, Jawa Barat, guna bertemu Presiden Joko Widodo untuk meminta kaki palsu. Kaki palsu membuatnya lebih leluasa bergerak ketimbang memakai tongkat atau kursi roda.

Lantaran tak berbekal persyaratan administrasi dan uang saku yang kian menipis, Rana mengurungkan niat untuk bertemu Presiden Jokowi. Dia sampai terlunta di Terminal Baranangsiang, Bogor, sekitar empat hari. Hingga satu hari petugas Dinas Sosial Kota Bogor menemukannya dan membawanya ke panti asuhan.

Rana kemudian mengikuti pelatihan otomotif di Panti Sosial Rehabilitasi Penyandang Disabilitas atau PSRPD Cimahi, Jawa Barat. Selama delapan bulan, dia belajar merakit dan memodifikasi sepeda motor agar dapat digunakan oleh difabel. Kementerian Sosial memang memiliki program sepeda motor roda tiga untuk difabel.

Kini, Rana terlibat dalam perakitan sepeda motor roda tiga merek Viar yang khusus bagi penyandang disabilitas, di Balai Besar Vokasional Inten Soeweno, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bersama tim, Rana berhasil merakit sebanyak 18 unit sepeda motor roda tiga dalam dua bulan terakhir. Adapun target pembuatan sepeda motor roda tiga dari Kementerian Sosial adalah 50 unit setahun.

"Saya berharap teman-teman penyandang disabilitas tetap percaya diri. Saya menganggap kekurangan saya ini adalah seni dalam hidup," kata Rana. "Ibarat sebuah bangunan, warna yang saya punya tidak hanya satu. Kehidupan saya warna-warni, dan itu indah."

Kepala Balai Besar Vokasional Inten Soeweno, Mokhamad O. Royani mengatakan selain di balai yang dia kelola, balai di Sumatera, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, Bali, dan Jawa Timur, juga membuat modifikasi sepeda motor yang sama. "Sepeda motor yang dirakit berbeda-beda, sesuai dengan fungsinya," kata Royani. Ada sepeda motor roda tiga yang ditujukan bagi penyandang disabilitas pedagang sayu keliling, penjahit keliling, sampai warung kopi.

Di Balai Besar Vokasional Inten Soeweno, terdapat sembilan penyandang disabilitas yang ditugaskan untuk merakit sepeda motor. Harga sepeda motor roda tiga itu sekitar Rp 30 juta hingga Rp 60 juta per unit. Kementerian Sosial, menurut Royani, mendapat banyak permintaan sepeda motor modifikasi dari para penyandang disabilitas.

Baca juga:
Kabupaten Bogor Kini Punya Sentra Kreasi Atensi Buat Difabel






Cara Unit Layanan Disabilitas Kampus Australia Menyediakan Materi Kuliah Terakses Bagi Siswa Difabel

17 jam lalu

Cara Unit Layanan Disabilitas Kampus Australia Menyediakan Materi Kuliah Terakses Bagi Siswa Difabel

Siswa dengan disabilitas akan diberikan file per bab dari sebuah buku yang menjadi bacaan utama oleh kampus yang memiliki unit layanan disabilitas.


Kecelakaan Minggu Dini Hari, Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Pohon di Jagakarsa

20 jam lalu

Kecelakaan Minggu Dini Hari, Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Pohon di Jagakarsa

Seorang pengendara motor alami kecelakaan di Jagakarsa pada Minggu dini hari. Tabrak pohon lalu terpental. Tewas di lokasi kejadian.


DPRD Minta Pekerja Lokal di Proyek Pengembangan RSUD Kota Bogor Ditambah

1 hari lalu

DPRD Minta Pekerja Lokal di Proyek Pengembangan RSUD Kota Bogor Ditambah

Proyek pengembangan RSUD Kota Bogor ditargetkan rampung akhir tahun ini


Bima Arya Sentil Pemprov DKI Soal Citayam Fashion Week: Orang kan Bilang Macet, ya Buat Aturan dong

1 hari lalu

Bima Arya Sentil Pemprov DKI Soal Citayam Fashion Week: Orang kan Bilang Macet, ya Buat Aturan dong

Wali Kota Bogor Bima Arya menyayangkan Citayam Fashion Week dilarang digelar di Dukuh Atas. Ekspresinya jangan dilarang, jangan dipindah.


Polisi Ringkus Pelaku Curanmor di Cilincing Karena Curiga Stut Motor Saat Dini Hari

1 hari lalu

Polisi Ringkus Pelaku Curanmor di Cilincing Karena Curiga Stut Motor Saat Dini Hari

Tim buser Polsek Cilincing mengintai 3 orang yang mengendarai sepeda motor saat dini hari. Salah satunya stut motor. Mengaku hasil curanmor.


Oleh-oleh dari Bogor: Boneka Potty hingga Asinan Buah segar

1 hari lalu

Oleh-oleh dari Bogor: Boneka Potty hingga Asinan Buah segar

Talas berbentuk silinder dan agak bulat. Makanan dari umbi-umbian ini banyak dijajakan di sekitar ruas jalanan Bogor.


Bima Arya Sesalkan Citayam Fashion Week di Dukuh Atas Ditutup, Ajak Bonge dkk Main ke Bogor

1 hari lalu

Bima Arya Sesalkan Citayam Fashion Week di Dukuh Atas Ditutup, Ajak Bonge dkk Main ke Bogor

Wali Kota Bima Arya menyesalkan Citayam Fashion Week di Dukuh Atas ditutup. Seharusnya Pemprov DKI mengatur dan bukannya melarang.


Taman Rekreasi Danau Lido, Healing Tak Perlu Terlalu Jauh dari Jakarta

2 hari lalu

Taman Rekreasi Danau Lido, Healing Tak Perlu Terlalu Jauh dari Jakarta

Bogor memiliki tempat rekreasi bernama Danau Lido, yang berada di perbatasan kota hujan itu dengan Sukabumi.


Benelli Panarea Warna Baru Meluncur di GIIAS 2022, Cuma Tersedia 20 Unit

2 hari lalu

Benelli Panarea Warna Baru Meluncur di GIIAS 2022, Cuma Tersedia 20 Unit

Adapun warna baru yang dihadirkan pada Benelli Panarea 125 ini adalah merah, melengkapi warna yang sudah ada sebelumnya, yakni hitam, putih, dan kuning.


Kemenkominfo menyelenggarakan Kegiatan Kelas Podcast untuk Difabel Netra

2 hari lalu

Kemenkominfo menyelenggarakan Kegiatan Kelas Podcast untuk Difabel Netra

Kemenkominfo bersama GNLD Siberkreasi, Paberik Soeara Rakjat, Pemkot Jakarta Barat dan Suku Dinas Sosial Jakarta Barat menyelenggarakan Kegiatan Kelas Podcast untuk Difabel Netra