AnnaRose Rubright, Penyandang Down Sindrom Pertama yang Menjadi Sarjana

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AnnaRose Rubright, penyandang down syndrome berhasil meraih gelar sarjana. Foto: Rowan University

    AnnaRose Rubright, penyandang down syndrome berhasil meraih gelar sarjana. Foto: Rowan University

    TEMPO.CO, JakartaKartini pernah mengatakan pendidikan adalah hak setiap insan, tak terkecuali perempuan. Salah satu kutipannya adalah, "Kita harus membuat sejarah. Kita mesti menentukan masa depan yang sesuai dengan keperluan sebagai kaum perempuan dan harus mendapat pendidikan yang cukup seperti kaum laki-laki."

    Salah satu perempuan inspiratif yang dapat menjadi Kartini bagi penyandang disabilitas intelektual adalah AnnaRose Rubright, 25 tahun. Ia menjadi penyandang disabilitas down sindrom pertama yang lulus sebagai sarjana dalam waktu empat tahun dari Universitas Rowan di Glassboro, New Jersey, Amerika.

    Rubright lulus dengan gelar sarjana di bidang radio, televisi, dan film pada 8 Mei 2020. “Selama bersekolah, dia tidak menghabiskan waktu untuk bersenang senang. Hampir setiap hari dia menghabiskan waktu di meja belajar mengerjakan semua tugas," kata Lin Rubright, ibu AnnaRose Rubright, seperti dikutip dari situs Forbes, Rabu 21 April 2021.

    Rubright membuktikan menjadi disabilitas intelektual tidak menghalangi seseorang dalam memperoleh haknya atas pendidikan. Perjalanan pendidikan tinggi AnnaRose Rubright begitu panjang dan kerap mengalami kesulitan. Dia berjuang sejak lulus dari sekolah menengah Shawnee pada 2014.

    Di 2017 Rubright memperoleh gelar associate dari Rowan College di Burlington County, sebuah community college yang bermitra dengan Rowan University. Rubright kemudian dipindahkan ke Universitas Rowan untuk menempuh pendidikan strata satu.

    AnnaRose Rubright menerima ijazah dan menjalani proses wisuda secara daring di masa pandemi Covid-19. "Proses ini sangat emosional bagi saya dan sedikit berlebihan," kata AnnaRose Rubright. "Sebagian besar anggota keluarga saya menangis."

    Rubright adalah salah satu dari 2.400 mahasiswa penyandang disabilitas di Universitas Rowan selama beberapa tahun akademik terakhir. Menurut Direktur Pusat Keberhasilan Akademik dan Sumber Daya Disabilitas di Universits Rowan, John Woodruff mengatakan, pelajar seperti AnnaRose memiliki standar penilaian yang sama seperti siswa pada umumnya. "Tidak ada kursus untuk AnnaRose atau siswa penyandang disabilitas lainnya yang dipermudah. Standar penilaian tidak lebih rendah," kata Woodruff.

    Selama berkuliah di Rowan University, AnnaRose Rubright memanfaatkan kesempatan untuk mengadvokasi isu disabilitas. Rubright dilantik ke Delta Alpha Pi, sebuah perkumpulan kehormatan nasional untuk siswa penyandang disabilitas. Dia berpidato di panel Perserikatan Bangsa-Bangsa, melobi legislator di Washington D.C. dan mengkampanyekan hak-hak disabilitas.

    AnnaRose Rubright juga membuat banyak video untuk National Down Syndrome Society. Dia menjadi bagian dari kampanye bersama aktris Olivia Wilde, yang merupakan duta sekaligus juru kampanye hari Down Sindrom Sedunia pada 2016.

    Baca juga:
    Difabel Mental Masih Ditelantarkan Keluarga Meski Sudah Sembuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.