6 Aplikasi Transkripsi Suara Bagi Penyandang Disabilitas Pendengaran

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ponsel pintar dan aplikasi. Shutterstock

    Ilustrasi ponsel pintar dan aplikasi. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Teknologi transkripsi suara menjadi salah satu sarana bagi penyandang disabilitas pendengaran dalam mengakses informasi. Sebagaimana peranti lunak pembaca layar yang dibenamkan pada ponsel dan laptop yang digunakan oleh difabel netra, aplikasi transkripsi ini memungkinkan difabel rungu atau Tuli mengetahui apa yang disampaikan secara lisan melalui teks.

    Berikut beberapa aplikasi transkripsi suara yang dapat digunakan oleh difabel rungu atau Tuli seperti dikutip dikutip dari situs Abilitynet:

    1. Google Transkripsi Instan
      Google Live Transcribe mampu menampilkan transkripsi ucapan atau pidato secara langsung ke dalam tulisan. Suara yang ditangkap oleh mikrofon telepon akan muncul sebagai teks pada layar ponsel. Aplikasi ini dapat mentranskrip 77 bahasa. Penggunaannya membutuhkan koneksi internet.

    2. AVA
      Aplikasi ini merupakan teknologi pembaca bibir yang dilakukan melalui ponsel. Cara kerjanya, seseorang menunjukkan gerak bibir pada kamera ponsel kemudian akan muncul apa yang disampaikan dalam bentuk teks di layar. Transkrip tulisan itu dapat dibagikan kepada sekelompok difabel rungu atau Tuli yang berada dalam satu forum.

    3. Rogervoice
      Rogervoice adalah aplikasi yang menghasilkan transkripsi langsung dalam sebuah panggilan telepon. Peranti lunak ini mampu menyuguhkan teks ke lebih dari 100 bahasa dan hasilnya bisa didapat seketika. Keunggulan aplikasi ini adalah difabel rungu atau Tuli dapat berkorespondensi langsung dengan orang yang berbeda bahasa.

    4. Voxsci
      Voxsci adalah aplikasi transkripsi dari ucapan ke dalam bentuk teks. Voxsci dapat digunakan bersama email sebagai tempat penyimpanan sekaligus berbagi dokumen transkrip.

    5. TapSOS
      Aplikasi ini menawarkan layanan bagi penyandang disabilitas pendengaran untuk berkomunikasi dengan layanan darurat tanpa perlu bicara atau mendengar. TapSOS sangat visual dengan metode layar sentuh untuk memilih opsi yang dibutuhkan. Meski awalnya dirancang untuk difabel rungu atau Tuli, aplikasi ini juga dapat digunakan oleh seseorang yang mengalami kesulitan bernapas atau mereka yang berada dalam situasi darurat.

      TapSOS menyimpan riwayat medis individu dan informasi pribadi di perangkat penggunanya, lalu mengirimkannya langsung ke layanan darurat. TapSOS menggunakan GPS untuk menunjukkan keberadaan penggunanya.

    6. Braci Sound Alert
      Aplikasi Braci Sound Alert memungkinkan penyandang disabilitas pendengaran merekam suara di lingkungan sekitarnya. Aplikasi ini juga mampu memberikan peringatan visual atau melalui getaran pada ponsel difabel Rungu atau Tuli. Peringatan tersebut bekerja saat sensor di aplikasi mengidentifikasi suara tertentu, misalkanketika alarm berbunyi atau saat bel pintu berdering.

    Baca juga:
    Perempuan Difabel Rungu dan Tuli Paling Rentan Masuk Jebakan di Media Sosial


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.