Kisah Ucu Agustin Bikin Film Tentang Difabel Sejauh Kumelangkah

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster film Sejauh Ku Melangkah. Foto: Jaff-Filmfest

    Poster film Sejauh Ku Melangkah. Foto: Jaff-Filmfest

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ucu Agustin membuat film dokumenter berjudul Sejauh Kumelangkah, yang menceritakan tentang kondisi difabel. Ucu menceritakan ide pembuatan film itu bermula dari peristiwa yang tidak disengaja.

    Ketika mengikuti suaminya bekerja di Washington DC, Amerika Serikat, pada Oktober 2016, Ucu Agustin bertemu seorang anak perempuan tunanetra bernama Dea. Dea adalah anak dari temannya, Indah Setyowati yang tinggal di Virginia, Amerika Serikat.

    Saat berkenalan dengan Ucu, Dea mengatakan punya sahabat bernama Salsa, sesama tunanetra di Indonesia. Dea lebih muda satu tahun dari Salsa, yang saat itu duduk di kelas III SMA. Persahabatan Dea dengan Salsa terjalin sejak kecil.

    Nenek Dea adalah sahabat dari nenek Salsa. Ketika berusia 5 tahun, Dea pindah ke Amerika. Dea dan orang tuanya pulang ke Indonesia dua tahun sekali, dan selalu menyempatkan diri bertemu dengan Salsa. Persahabatan dua tunanetra yang terpisah jarak dan waktu ini membuat Ucu Agustin tergugah untuk mengabadikannya melalui sebuah film.

    Sutradara film dokumenter tentang penyandang disabilitas, Sejauh Kumelangkah, Ucu Agustin. TEMPO | Pito Agustin Rudiana

    "Aku meminta izin untuk merekam aktivitas Dea saat menjalin komunikasi dengan Salsa," kata Ucu kepada Tempo, Rabu, 20 November 2019. Mereka saling berbincang melalui Skype atau layanan video call Whatsapp. Setelah menyimak percakapan mereka, Ucu baru tahu ternyata Salsa adalah anak dari pasangan tunanetra.

    Neneknya yang mengasuh Salsa Sejak kecil. Ketika Salsa berusia 11 tahun, neneknya meninggal. Salsa kemudian diasuh oleh tantenya. Sekarang Salsa memilih tinggal di asrama supaya bisa hidup mandiri. "Salsa mendapatkan motivasi itu dari neneknya," kata Ucu.

    Nenek Salsa selalu menekankan, meski tunanetra, dia harus bisa mandiri dan bergaul dengan orang-orang non-disabilitas. "Jangan mengasingkan diri karena merasa berbeda dan tak bisa melihat," ucap Ucu Agustin menirukan pesan nenek kepada Salsa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.