Ada Jaket Pengantar Suara Bagi Difabel Tuli

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penderita tuli. (shutterstock)

    Ilustrasi penderita tuli. (shutterstock)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaket berteknologi tinggi buatan perusahaan CuteCircuit, London, Inggis, ini memberikan akses bagi insan tuli untuk menikmati musik. Jaket yang dibanderol seharga USD 3.400 atau sekitar Rp 48 juta per potong, ini memiliki 16 sensor di bagian dalam.

    "Jaket ini tidak menggunakan kabel atau membuat aliran listrik di dalamnya. Hanya menggunakan perangkat mikro elektronik yang sangat kecil, fleksibel, dan aman," ujar Francesca Rosella, Co-Founder sekaligus Chief Creative CuteCircuit, seperti yang dikutip dari Newyork Post, Kamis 9 Oktober 2019.

    Perangkat mikro elektronik tersebut tersimpan di balik kain jaket. Perangkat ini menerima gelombang elektronik dengan media penghantar kain spesial yang dibuat oleh CuteCircuit. Perusahaan tekstil ini menciptakan bahan kain khusus yang dapat mengantarkan gelombang elektromagnetik.

    Sebanyak 16 titik sensor tadi memberikan sinyal kepada insan tuli berupa sensasi tertentu yang berasal dari gelombang suara yang sudah diubah melalui mikro elektronik ke organ tubuh selain fungsi pendengaran. Salah satu gelombang suara dapat diterima dengan baik oleh kulit adalah suara biola dan drum.

    "Kami bisa merasakan musik dan berdansa karena kami dapat merasakan gelombang suara dari musik itu tanpa perlu pendengaran, melainkan dari sensasi di organ tubuh lain," ujar Hermon Berhane, seorang tuli yang menggunakan jaket CuteCircuit saat menikmati musik di London Club.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.