Pelukis Difabel Rhodi Magfuroh Pakai Rambut Sebagai Kuas

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penyandang disabilitas atau difabel. Shutterstock

    Ilustrasi penyandang disabilitas atau difabel. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Tangan Rhodi Magfuroh, 23 tahun, lincah bergerak di atas kertas. Dalam waktu kurang dari dua jam, wajah empat orang yang menjadi narasumber di acara Ruang Inspirasi Facebook itu berhasil dituangkannya ke atas kertas dan hampir mirip dengan aslinya.

    Baca: Jangan Ajukan 10 Pernyataan Berikut kepada Difabel

    "Saya menyebut ini sebagai lukisan sketsa karena saya melukis dengan menggunakan media kertas dan pensil, sedangkan lukisan painting bila menggunakan media gambar berupa kanvas dan cat," ujar Rhodi saat diwawancara di Ballroom Hotel Grand Mercure, Selasa 21 Mei 2019.

    Rhodi yang memiliki label Art Rhodi itu pertama melukis menggunakan media kanvas dan cat minyak. Rhodi belajar mulai melukis ketika dirawat di rumah sakit karena kecelakaan motor. "Waktu itu saya hanya dapat terbaring di atas tempat tidur rumah sakit, saya tidak bisa ke mana-mana dan tentu pemasukkan keluarga berkurang," ujar pria asal Jawa Tengah itu.

    Hanya saja, media lukis berupa kanvas dan cat pemberian kerabat yang sudah ada di genggaman tidak bisa langsung digunakan lantaran tak punya kuas. Padahal untuk menghasilkan lukisan yang sempurna, Rhodi harus menggunakan kuas dengan berbagai ukuran.

    Baca juga: 3 Kedai Kopi di Jakarta Ini Punya Barista dengan Disabilitas

    Kuas berbagai ukuran ini, menurut Rhodi, ada yang digunakan untuk membuat garis dan ada yang untuk memberi warna. Namun lantaran bakal membikin beban ekonomi bertambah, Rhodi enggan meminta uang untuk membeli kuas.

    "Untung adik saya mau berkorban. Dia bersedia memotong sedikit rambut panjangnya untuk dijadikan bulu kuas berbagai ukuran," ujar Rhodi. Saat ini, selain membuat sketsa, Rhodi juga melukis berbagai macam objek. Salah satu lukisannya pernah dibeli mantan Ibu Negara melalui ajudannya.

    Pada ajang Asian Paragames 2018 lalu, lukisan Rhodi bertebaran di mana-mana bersama pelukis disabilitas lainnya. Sebelumnya, beberapa lukisan Rhodi pernah mengikuti pameran di Jepang. Saat ini Rhodi banyak melukis untuk kebutuhan foto pra pernikahan.

    Simak: 11 Naskah Braille Karya Tunanetra Diseleksi Untuk Kompetisi Ini

    "Banyak calon pengantin atau para undangan yang ingin dilukis," kata pengguna kursi roda sejak tahun 2013, ini. Salah satu keinginan yang ingin diwujudkan Rhodi adalah punya galeri pribadi sebagai tempat pameran karya-karyanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?