Minggu, 18 November 2018

Kisah Agatha Suci Belajar dari Anak Berkebutuhan Khusus

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agatha Suci di kampanye #SiapaBilangGakBisa, di Jakarta Selatan, Selasa 14 Agustus 2018. TEMPO/Astari P Sarosa

    Agatha Suci di kampanye #SiapaBilangGakBisa, di Jakarta Selatan, Selasa 14 Agustus 2018. TEMPO/Astari P Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Agatha Suci menceritakan pengalamannya menjadi ibu dari dua anak yang berkebutuhan khusus. Sambil menitikkan air mata, perempuan 33 tahun ini mengenang kembali saat mengetahui kedua anaknya, Khalia Adinda dan Arsa Nuraga, memiliki sensory processing disorder, yang masuk ke dalam spektrum autistik.

    Baca juga:
    Agatha Suci: Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Tak Perlu Malu

    Agatha Suci memperhatikan ada yang janggal dari tumbuh kembang Khalia Adinda. Di usia 1,5 tahuun, Khalia cepat sekali beradaptasi dengan komputer tablet. Namun di sisi lain, Khalia tak menanggapi saat dipanggil, hingga tak jarang Agatha terpaksa meneriakkan nama putrinya itu.

    "Aku diperiksa, dokter bilang 'Ibu anaknya autis'. Aku diam. Hancur lebur sedih," kata Agatha Suci saat kampenye #SiapaBilangGakBisa di Jakarta Selatan, Selasa 14 Agustus 2018. Penasaran, Agatha Suci kemudian mencari tahu apa penyebab putrinya bisa mengalami sensory processing disorder. "Mungkin bisa dari polusi, radiasi wifi, bensin, dan sebagainya."

    Pada akhirnya Agatha Suci memutuskan berhenti mencari apa penyebabnya dan fokus bagaimana cara menanganinya. Dia mulai mengajak Khalia terapi di usia 2 tahun. Ketika hamil anak kedua, Arsa Nuraga, Agatha Suci tidak menyangka harus mengalami hal yang sama lagi.

    "Kami melewati berbagai terapi yang seringkali bikin patah hati. Situasinya memang berat. Tapi aku bilang ke diri sendiri, apa yang bisa bikin aku tidak bahagia? Aku memiliki dua anak yang sehat, cakap, sempurna bagiku," kata Agatha. Dia bersyukur karena percaya kalau Tuhan pasti memberikan kecukupan kepadanya.

    Agatha Suci mengatakan saat menerima semuanya dia merasakan kedamaian dan tidak melihat ada yang kurang dalam hidupnya. Agatha Suci juga tidak pernah membandingkan kondisi anaknya dengan orang lain, karena setiap orang memiliki tantangan berbeda. Sebab itu, Agatha Suci mendorong para ibu dengan anak berkebutuhan khusus untuk bangga kepada anaknya. "Tidak perlu malu mengakui kalau anaknya autis," ucap dia.

    Artikel lainnya:
    4 Jenis Keterbatasan Intelegensi pada Anak
    3 Tanda Anak Mengalami Gangguan Pendengaran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.