Market Days Yayasan Syamsi Dhuha Bandung, Ayo Lariskan Dagangan Penyandang Lupus

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Yayasan Syamsi Dhuha, Bandung, Jawa Barat, menggelar World Lupus Day pada Sabtu, 23 April 2022. Dok. Instagram Yayasan Syamsi Dhuha

    Yayasan Syamsi Dhuha, Bandung, Jawa Barat, menggelar World Lupus Day pada Sabtu, 23 April 2022. Dok. Instagram Yayasan Syamsi Dhuha

    TEMPO.CO, Bandung - Sejumlah penyandang lupus atau orang dengan lupus (odapus) menawarkan berbagai barang jualannya atau jasa di acara Market Days oleh Yayasan Syamsi Dhuha, Bandung, Jawa Barat. Penjualan secara daring lewat akun Instagram yayasan itu berlangsung sepanjang April 2022.

    Manager Syamsi Dhuha Foundation, Laila Panchasari mengatakan, Market Days berlangsung satu bulan penuh selama April sebagai rangkaian dari program World Lupus Day 2022. "Kami akan memperingati puncak acara World Lupus Day pada Sabtu, 23 April 2022 mulai pukul 09.00 sampai 11.00 WIB secara daring," kata Laila pada Senin, 18 April 2022.

    Acara utama pada peringatan World Lupus Day tersebut adalah bincang-bincang dengan sepuluh dokter dari berbagai disiplin ilmu. Dalam diskusi tersebut, masyarakat dapat mengetahui lebih dalam tentang apa itu lupus yang termasuk dalam kondisi autoimun dan bagaimana mengendalikan gejala yang muncul secara berkala atau kekambuhannya.

    Sebelum pandemi, menurut Laila, Yayasan Syamsi Dhuha memperingati World Lupus Day dengan menggelar bazaar kecil untuk membantu memasarkan produk dan berbagi pengalaman dengan penyandang lupus. Saat ini tercatat ada 26 penyandang lupus yang terdaftar sebagai peserta Market Days.

    Sebagian produk atau jasa yang ditawarkan sudah tersedia dan masih ada sebagian lagi yang menunggu jadwal. "Kami membantu memasarkan usaha penyandang lupus, menyemangati mereka agar terus beraktivitas memanfaatkan situasi yang sudah lebih kondusif," ujar Laila.

    Penyandang lupus yang berjualan dalam bazaar itu berasal dari berbagai kota, seperti Jakarta, Bandung, Cianjur, Tasikmalaya, Pasuruan, Malang, Lombok, Padang, dan Medan. Laila berharap respons pembeli akan semakin meningkat. "Sejauh ini yang paling laris adalah produk makanan," katanya.

    Sejumlah produk yang ditawarkan antara lain, minuman kopi, kurma, kue kering, daging gepuk, otak-otak, dimsum, mi kocok, pudding. Ada pula yang menawarkan sajadah, baju anak, batik Tasikmalaya, jasa pencucian pakaian atau laundry, dan kafe.

    Baca juga:
    Kenali Gejala Penyakit Lupus, Pahami Penyakit Seribu Wajah ini

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Tren Covid-19 Kembali Meningkat Sepekan Setelah Lebaran, Sudah Siap Jadi Endemi?

    Kasus virus corona melonjak sepekan setelah libur lebaran. Di kesempatan lain, Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan pandemi mulai transisi ke endemi.