Pemeriksaan ROP, Deteksi Dini Kesehatan Mata untuk Bayi Prematur

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    ilustrasi bayi. Unsplash.com/Hlder Almeida

    ilustrasi bayi. Unsplash.com/Hlder Almeida

    TEMPO.CO, Jakarta - Bayi prematur lahir dengan organ tubuh yang sebenarnya belum cukup matang untuk berfungsi. Sebab itu, terdapat beberapa kondisi berisiko yang dihadapi oleh bayi. Salah satu kasus yang banyak terjadi adalah Retinopathy of Prematurity atau ROP. Ini adalah kebutaan yang dialami bayi prematur sebagai dampak belum siapnya organ mata.

    Pendiri Komunitas Premature Indonesia, dokter Agung Zentyo Wibowo mengatakan, definisi bayi prematur adalah bayi yang lahir dalam usia kurang dari 37 minggu. "Terlepas berat badannya cukup atau tidak, ada risiko kerentanan organ tubuh yang belum matang, salah satunya mata," kata Agung Zentyo dalam Instagram Live Premature Indonesia pada Rabu, 19 Januari 2022.

    Agung yang juga memiliki seorang anak yang lahir prematur menjelaskan, banyak tantangan dan jenis kerentanan bayi yang lahir dalam usia kandungan kurang dari 37 minggu. Mulai dari perawatan di rumah sakit yang lebih lama, kerentanan fungsi organ lain, dan lainnya. Lantaran itu, banyak tes kesehatan yang harus dijalani bayi prematur untuk memantau tumbuh kembangnya.

    Ibu dengan tiga anak kembar prematur, Primaningrum Arina Resmi mengatakan, pengecekan Retinophaty of Prematurity atau ROP penting untuk mengetahui fungsi penglihatan bayi. Salah satu risiko dari ROP yang terlambat ditangani adalah kebutaan.

    "Rumusnya, empat minggu setelah bayi lahir harus langsung screening ROP. Kemudian dipantai setiap dua minggu," katanya. Melakukan pengetesan Retinopathy of Prematurity pada mata bayi, menurut dia, bukan berarti mengabaikan pengecekan fungsi serta tumbuh kembang organ lainnya. "Kasus ROP dapat terjadi sangat cepat, sehingga orang tua bayi prematur harus bekejaran dengan waktu agar tidak terlambat tertangani."

    Baca juga:
    JIS Buka Pusat Pembelajaran untuk Anak Berkebutuhan Khusus

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Tren Covid-19 Kembali Meningkat Sepekan Setelah Lebaran, Sudah Siap Jadi Endemi?

    Kasus virus corona melonjak sepekan setelah libur lebaran. Di kesempatan lain, Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan pandemi mulai transisi ke endemi.