Juru Bicara Satgas Covid-19 Sosialisasikan Omicron dalam Bahasa Isyarat

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Jarum suntik medis dan botol terlihat di depan teks Omicron (B.1.1.529): SARS-CoV-2 di latar belakang. (ANTARA/Pavlo Gonchar/SOPA Images via Reuters)

    Jarum suntik medis dan botol terlihat di depan teks Omicron (B.1.1.529): SARS-CoV-2 di latar belakang. (ANTARA/Pavlo Gonchar/SOPA Images via Reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Satgas Covid 19 dan Duta Perubahan Perilaku, dokter Reisa Broto Asmoro mensosialisasikan Covid-19 varian Omicron kepada penyandang disabilitas di Hari Disabilitas Internasional. Rasia menyampaikan mutasi baru virus corona itu dengan menggunakan bahasa isyarat yang dibantu oleh juru bahasa isyarat.

    SARS Cov-2 sudah berubah atau bermutasi menjadi beberapa varian. Beberapa waktu lalu kita mengenal Covid-19 varian Alpha, Delta, Gamma, Lambda, dan kini Omicron. "Banyak yang belum kita ketahui tentang varian ini. Apakah virusnya semakin ganas, mematikan, atau melemah," kata Reisa saat menjawab pertanyaan dari seorang insan Tuli bernama Wilma, dalam konferensi pers secara virtual, Jumat 3 Desember 2021.

    Dalam penjelasan Reisa melalui juru bahasa isyarat, Innova dan Siti Rodiah, varian Omicron pertama kali tercatat pada 24 November 2021 oleh ilmuwan di Afrika Selatan. Menurut laporan tersebut, Covid-19 varian Omicron memiliki karakter berbeda dibandingkan mutasi sebelumnya. Dua hari setelah pencatatan tadi, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan Omicron masuk varian yang menjadi perhatian atau Variant of Concern (VOC).

    Kendati bermutasi, cara mencegah infeksi Covid-19 varian Omicron tetap sama, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Menurut Reisa, protokol kesehatan itu merupakan "tameng" terbaik untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Virus corona berpotensi menular saat terjadi kerumunan, posisi antar-individu dalam jarak dekat, dan tanpa masker. Saat ini, menurut Reisa, Indonesia berada dalam status kasus yang terkendali. "Kita semua ingin memelihara kondisi yang terkendali ini," kata Reisa.

    Selama libur Natal dan tahun baru, pemerintah telah menerbitkan aturan melarang masyarakat mudik, menerapkan protokol kesehatan ketat di manapun berada, termasuk di tempat ibadah, fasilitas umum, destinasi wisata, dan lainnya.

    #pakaimasker #jagajarak #cucitanganpakaisabun #hindarikerumunan #vaksinasicovid-19

    Baca juga:
    Cegah Omicron, Rumah Sakit Swasta Gaet Laboratorium Kementerian Kesehatan

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah dan KPU Putuskan Pemilu Serentak 14 Februari 2024, Begini Jadwalnya

    Pemilu 2024 akan digelar pada 14 Februari 2024. KPU telah membuat rancangan tahapan dan jadwal pemilu meliputi pemilhan Presiden, DPR, DPRD, dan DPD.