Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Perumusan Peta Jalan Mitigasi Bencana Harus Konkret Melibatkan Difabel

image-gnews
Ilustrasi bencana alam (Pixabay.com)
Ilustrasi bencana alam (Pixabay.com)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Bencana alam dapat dialami siapapun tak terkecuali penyandang disabilitas. Namun sering kali keberadaan difabel luput dari perhatian petugas atau lingkungan sekitar ketika harus sama-sama menyelamatkan diri. Kondisi yang terbatas membuat penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk selamat dari bencana.

"Sebab itu diperlukan sebuah peta jalan untuk melakukan sebuah tindak penyelamatan atau mitigasi yang inklusif bagi penyandang disabilitas," kata peneliti dari Queensland University of Technology sekaligus arsitek Green Impact Indonesia yang bergerak di bidang desain inklusif, Gunawan Tanuwidjaja, dalam acara Ngobrol Pintar Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia, Rabu 20 Oktober 2021. Dalam merumuskan peta jalan mitigasi bencana tadi, dia menyarankan agar difabel tidak hanya menjadi objek atau sekadar diwawancara, melainkan terlibat langsung dalam setiap prosesnya.

Gunawan mencontohkan salah satu formula penyusunan peta jalan mitigasi bencana yang inklusif adalah Disability Inclusive Disaster Reduce Risk (DIDRR) milik pemerintah negara bagian Brisbane di Queensland, Australia. Dalam merumuskan pengurangan resiko bencana, Queensland melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, komunitas, lembaga swadaya masyarakat, akademikus hingga ahli bencana.

Menurut dia, sekitar 190 partisipan terlibat dalam penyusunan kerangka kerja DIDRR. Dari jumlah itu, 90 orang di antaranya adalah penyandang disabilitas. Pelibatan difabel dalam perumusan peta jalan mitigasi bencana berdampak bagi kemudahan proses penyelamatan karena sudah tersedia fasilitas sesuai kebutuhan difabel. Penyandang disabilitas tidak bergantung sepenuhnya pada lingkungan, melainkan dapat berpartisipasi dalam menyelamatkan sesama.

Pendiri Bandung Independent Living Center, Cucu Saidah mengatakan, partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam penyusunan peta jalan mitigasi bencana bukan hanya bentuk legalitas di awal proses. "Pelibatan difabel jangan hanya di awal proses, tetapi harus seterusnya," kata Cucu dalam forum yang sama.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut Cucu, mitigasi bencana selama ini masih menyentuh kebutuhan beberapa ragam disabilitas yang kasat mata, seperti penyandang disabilitas fisik atau sensorik, seperti Insan Tuli atau Difabel Netra. Belum tersedia peta jalan mitigasi bencana untuk beberapa ragam disabilitas yang tidak terlihat, misalkan difabel intelektual.

Baca juga:
Perhatikan 5 Cara untuk Membangun Rumah Tahan Gempa Bumi

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pameran Lukisan Dwi Putro, Penyintas Skizofrenia di Galeri Orbital Dago tentang Merampok Kegilaan

3 hari lalu

Pameran tunggal lukisan karya Dwi Putro Mulyono Jati berjudul Merampok Kegilaan di Galeri Orbital Dago Bandung, 4-27 Agustus 2023. Foto: TEMPO | ANWAR SISWADI
Pameran Lukisan Dwi Putro, Penyintas Skizofrenia di Galeri Orbital Dago tentang Merampok Kegilaan

Pameran lukisan tunggal karya Dwi Putro, penyintas skizofrenia berlangsung 4-27 Agustus 2023 berjudul Merampok Kegilaan.


Kisah Yubita Perempuan Difabel, Kubur Mimpi Jadi Dokter hingga Diterima di UGM

6 hari lalu

Yubita Hida Aprilia. Dok. UGM
Kisah Yubita Perempuan Difabel, Kubur Mimpi Jadi Dokter hingga Diterima di UGM

Yubita Hida Aprilia, mahasiswa baru UGM yang diterima di Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya melalui jalur SNBT dengan skema pembayaran UKT 0 alias gratis.


4 Kota Wisata Ramah Disabilitas dengan Akses Terbaik di Dunia

6 hari lalu

Stasiun di London yang ramah turis pengguna kursi roda. Stasiun menggunakan universal design, platform stasiun yang datar tanpa anak tangga dan sejajar dengan gerbong kereta agar dapat diakses pengguna kursi roda. (BBC Travel).
4 Kota Wisata Ramah Disabilitas dengan Akses Terbaik di Dunia

Universal design bagi kota - kota yang berfokus pada industri pariwisata menjadi salah satu faktor yang dapat dipertimbangkan.


Festival Difabel Megilan, Bukti Lamongan yang Inklusif dan Ramah Penyandang Disabilitas

13 hari lalu

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membuka acara Festival Difabel Megilan pada Selasa, 25 Juli 2023 di Pendopo Lokatantra. Festival ini menjadi ajang silaturahmi, sarana unjuk prestasi, sekaligus momentum merayakan terobosan-terobosan aksesibilitas untuk penyandang disabilitas. TEMPO | Rini K
Festival Difabel Megilan, Bukti Lamongan yang Inklusif dan Ramah Penyandang Disabilitas

Pemerintah Kabupaten Lamongan membuka akses bagi difabel untuk mengembangkan potensi mereka dan memenuhi hak-haknya.


Direktur Pastikan Operasional RS Hermina Depok Sudah Normal Pasca Kebakaran

15 hari lalu

RS Hermina Depok. Dok. RS Hermina
Direktur Pastikan Operasional RS Hermina Depok Sudah Normal Pasca Kebakaran

Operasional RS Hermina, Depok dipastikan sudah berjalan normal pasca kebakaran kemarin malam.


Mahasiswa Difabel Bisa Kuliah Gratis di Kampus Ini, Simak Syaratnya

22 hari lalu

Sabar Gorky, pendaki tunadaksa menaklukkan Puncak Elbrus dan Cartenz - Foto dok. pribadi
Mahasiswa Difabel Bisa Kuliah Gratis di Kampus Ini, Simak Syaratnya

Simak syarat untuk mahasiswa difabel agar bisa kuliah gratis di sini.


Putri Ariani Deklarasikan Pemilu 2024 Ramah Difabel, Ini Hak-hak Politik Kelompok Disabilitas Menurut UU

32 hari lalu

Petugas membantu penyandang disabilitas memasukkan surat suara ketika mengikuti pemilu 2019 susulan di TPS 31 Jayapura Selatan, Jayapura, Papua, Kamis, 18 April 2019. Pemilu susulan diselenggarakan di sejumlah TPS di Jayapura, Banggai, dan Jambiketerlambatan logistik pemilu. ANTARA/Gusti Tanati
Putri Ariani Deklarasikan Pemilu 2024 Ramah Difabel, Ini Hak-hak Politik Kelompok Disabilitas Menurut UU

Bawaslu RI mendukung Pemilu 2024 yang ramah bagi difabel.


Whaikaha Jadi Nama Resmi Bahasa Isyarat Selandia Baru

38 hari lalu

Kementerian Disabilitas Selandia Baru menunjukkan bahasa isyarat di Selandia Baru. Foto:  Supplied.
Whaikaha Jadi Nama Resmi Bahasa Isyarat Selandia Baru

Kementerian Penyandang Disabilitas Selandia Baru telah berulang kali diminta meresmikan nama bahasa isyarat ini sejak Desember 2021.


Pesan Menteri PPN terkait Pelaku UMKM Penyandang Disabilitas

47 hari lalu

Ilustrasi usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Pesan Menteri PPN terkait Pelaku UMKM Penyandang Disabilitas

Menteri PPN/Bappenas mengingatkan UMKM pelaku ekonomi kreatif (ekraf) penyandang disabilitas juga perlu mendapatkan dukungan.


Profil Nur Azizah, Difabel Atlet Senam Ritmik Peraih Medali Emas di Special Olympics World Games Berlin 2023

47 hari lalu

Pesenam ritmik asal Provinsi Riau Nur Hazizah Sinaga mempersembahkan emas pertama untuk anggota delegasi Special Olympics Indonesia di ajang Special Olympics World Summer Games 2023 Berlin, Senin, 19 Juni 2023. IST/KEMENPORA
Profil Nur Azizah, Difabel Atlet Senam Ritmik Peraih Medali Emas di Special Olympics World Games Berlin 2023

Special Olympics World Games Berlin merupakan kejuaraan olahraga bagi difabel. Atlet senam ritmik Nur Azizah di meraih medali emas di sana.