Atlet Paralimpiade Khalimatus Sadiyah Mendapat Lencana dari Gubernur Khofifah

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis ganda putri Indonesia Leani Ratri Oktila (kiri) dan Khalimatus Sadiyah berpose dengan medali emas saat prosesi penyerahan medali bulutangkis nomor ganda putri kategori SL3-SU5 pada Paralympic Games Tokyo 2020 di Tokyo, Jepang, Sabtu, 4 Agustus 2021. Kecelakaan saat berusia 21 tahun tidak membuat Leani putus asa, ia pun menekuni para-badminton setelah mengalami cedera akibat musibah tersebut. ANTARA/HO-NPC Indonesia

    Pebulutangkis ganda putri Indonesia Leani Ratri Oktila (kiri) dan Khalimatus Sadiyah berpose dengan medali emas saat prosesi penyerahan medali bulutangkis nomor ganda putri kategori SL3-SU5 pada Paralympic Games Tokyo 2020 di Tokyo, Jepang, Sabtu, 4 Agustus 2021. Kecelakaan saat berusia 21 tahun tidak membuat Leani putus asa, ia pun menekuni para-badminton setelah mengalami cedera akibat musibah tersebut. ANTARA/HO-NPC Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada atlet difabel Khalimatus Sadiyah karena berprestasi mengangkat nama daerah. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan lencana penghargaan tersebut di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu, 13 Oktober 2021.

    "Lencana Jer Basuki Mawa Beya Emas merupakan tanda kehormatan tertinggi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada seseorang yang telah berdedikasi dan berprestasi mengangkat nama Jawa Timur," kata Khofifah. Khalimatus Sadiyah mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia karena mengukir prestasi tingkat internasional di Paralimpiade Tokyo 2021.

    Khalimatus Sadiyah atau biasa disapa Alim lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 17 September 1999. Dia adalah atlet bulu tangkis ganda putri klasifikasi SL3-SU5 yang berpasangan dengan Leani Ratri Oktila di Paralimpiade Tokyo 2021. Klasifikasi itu adalah atlet dengan ketidakseimbangan dan keterbatasan bagian tubuh atas.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada atlet paralimpiade Khalimatus Sadiyah di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu, 13 Oktober 2021. Foto: Antaranews

    Pada babak final yang berlangsung di Yoyogi National Stadium Tokyo, Jepang, Sadiyah - Ratri meraih medali emas setelah mengalahkan pasangan ganda putri dari Cina, Cheng Hefang - Ma Huihi dalam dua gim langsung. Skornya 21-18, 21-12. Selain lencana, Alim juga mendapatkan bonus prestasi sebesar Rp 750 juta.

    Khalimatus Sadiyah mengucapkan terima kasih atas penghargaan tersebut. Menurut dia, prestasi ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Selain bermain bulu tangkis, Alim yang menyukai olahraga sejak kecil, juga kerap bermain bola voli dan sepak bola. Alim mulai serius menggeluti olahraga bulu tangkis ketika duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar dan bergabung dengan klub Bendo Sport di Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur.

    Di ajang paralimpiade, atlet difabel Indonesia terakhir kali mendapatkan medali emas pada 1980 di Arnhem, Belanda. Dengan begitu, medali emas yang diraih Sadiyah - Ratni pada Paralimpiade Tokyo 2021 adalah kali pertama setelah paceklik medali emas selama 41 tahun. Di Paralimpiade Tokyo 2021, Indonesia menempati peringkat 43 dengan total perolehan dua medali emas, tiga medali perak dan empat medali perunggu.

    Baca juga:
    Profil Leani Ratri Oktila, 'Ratu Para-Badminton' yang Gemilang di Paralimpiade


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.