Tips Mengupas Kentang dan Memilih Pisau bagi Penyandang Disabilitas Netra

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi memasak (pixabay.com)

    Ilustrasi memasak (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Memasak termasuk salah satu cara bertahan hidup bagi setiap orang, tak terkecuali penyandang disabilitas Netra. Agar kegiatan memasak berjalan aman dan bersih, terdapat beberapa teknik memasak yang dapat diterapkan Tunanetra.

    Salah satu kegiatan yang cukup menantang bagi Tunanetra ketika mengolah makanan adalah mengupas sayuran berkulit tipis seperti kentang. Ketika meraba, kentang memiliki tekstur permukaan yang hampir sama saat sebelum dan sesudah dikupas. Washington States School for the Blind berbagi tips menyiapkan kentang sebelum dimasak.

    "Sebelum mulai, siapkan berbagai peralatan yang diperlukan pada satu tempat yang terjangkau," kata Becky Sherman dari Departement of Services Washington School for the Blind seperti dikutip dari kanal Youtube Washington for The Blind, Selasa 14 September 2021. Karena akan mengupas kentang, maka peralatan yang perlu disiapkan adalah alat pengupas kentang atau pisau bergagang besar untuk memudahkan proses mengupas kulit kentang.

    Saat mulai mengupas kentang, lakukan dari bawah ke atas. Tujuannya, mencegah Tunanetra terluka karena terkena sisi tajam alat pengupas atau pisau apabila kentang terlepas dari genggaman. Bagi Tunanetra yang terbiasa mengupas kentang dari bagian tengah, Sherman menyarankan proses pengupasan kulit kentang berlangsung memutar.

    Setelah kulit kentang terkupas, cuci kentang dengan air mengalir. Penting menggunakan air mengalir untuk membersihkan debu atau tanah yang masih tersisa serta membantu mendeteksi jika ada bagian kentang yang rusak atau sudah busuk. "Buang bagian yang rusak atau berlubang saat meraba," ucap Sherman.

    Setelah dicuci, potong kentang sesuai selera. Bila ingin mendapatkan bentuk kentang yang tipis, pemotongan dapat dimulai dari pinggir supaya menghasilkan bentuk yang seragam. Sebelum mulai memotong, sebaiknya Tunanetra menyiapkan pisau dengan hati-hati. Bagi Tunanetra yang belum terbiasa menggunakan pisau, ada baiknya mengetahui lebih dulu bagian mata pisau yang tajam.

    Mengidentifikasi mata pisau dapat dilakukan dengan cara meraba sekeliling pisau tanpa menekan. Saat mengenali bentuk dan posisi mata pisau, Tunanetra juga tidak boleh menggeser jari mengikuti bagian yang tajam. Jari tangan cukup menyentuh sesekali ke bagian logam di dekat pegangan pisau. Pilih pisau dengan pegangan berbahan plastik atau kayu yang tidak licin.

    Semua teknik mengolah makanan ini, menurut Washington School for the Blind, juga dapat diterapkan bagi penyandang low vision atau keterbatasan penglihatan. Misalkan seseorang dengan mata minus atau plus yang menggunakan alat bantu seperti kaca mata. Dengan begitu, mereka tak perlu memaksa mata melihat setiap detil bahan makanan yang diolah dan tak perlu khawatir makanan tersebut tidak bersih.

    Baca juga:
    Balada Sepasang Kekasih Gila Gambarkan Perilaku Buruk kepada Difabel Mental


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.