Angkie Yudistia: Vaksinasi Covid-19 Menyasar 225 Ribu Difabel

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Rumah Sakit Ukrida, Eka Widrian Suradji (kiri) disaksikan Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu (kedua klri) dan Direktur Rumah Sakit Pertamina Bina Medika Asep Saepul Rohmat (kanan) menyuntikan vaksin COVID-19 AstraZeneca ke warga difabel di Rumah Sakit Ukrida, Jakarta, Selasa 1 Juni 2021. Memperingati Hari Lahir Pancasila Komunitas Indonesia Lawan Libas COVID-19 (KILLCOVID19) bekerja sama dengan Kemenkes, RS Ukrida dan RS Pertamina Bina Medika melaksanakan vaksinasi COVID-19 kepada 5000 warga pra-lansia, difabel, tuna wisma dan tokoh agama. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Direktur Rumah Sakit Ukrida, Eka Widrian Suradji (kiri) disaksikan Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu (kedua klri) dan Direktur Rumah Sakit Pertamina Bina Medika Asep Saepul Rohmat (kanan) menyuntikan vaksin COVID-19 AstraZeneca ke warga difabel di Rumah Sakit Ukrida, Jakarta, Selasa 1 Juni 2021. Memperingati Hari Lahir Pancasila Komunitas Indonesia Lawan Libas COVID-19 (KILLCOVID19) bekerja sama dengan Kemenkes, RS Ukrida dan RS Pertamina Bina Medika melaksanakan vaksinasi COVID-19 kepada 5000 warga pra-lansia, difabel, tuna wisma dan tokoh agama. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Angkie Yudistia mengatakan pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 untuk 225 ribu difabel. Mereka akan disuntik vaksin Sinopharm.

    "Bapak Jokowi meminta untuk mendistribusikan kepada penyandang disabilitas yang berada di wilayah dengan risiko tinggi Covid-19," kata Angkie Yudistia dalam konferensi pers virtual 'Disabilitas Bisa Vaksin' di Jakarta, Senin 2 Agustus 2021. Konferensi pers itu juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

    Saat ini, menurut Angkie, terdapat 255 ribu vaksin Sinopharm yang disalurkan ke enam daerah zona merah oleh Kementerian Kesehatan. Vaksinasi ini berlangsung setelah Indonesia mendapat hibah 450 ribu vaksin Sinopharm dari Uni Emirat Arab. Setiap penyandang disabilitas mendapat dua dosis vaksin Sinopharm.

    Dalam vaksinasi Covid-19 untuk difabel ini, pemerintah menggandeng 98 komunitas penyandang disabilitas agar tepat sasaran. Pelaksanaan vaksinasi terhadap penyandang disabilitas tersebut akan berlangsung pada Agustus sampai Oktober 2021.

    Angkie Yudistia berharap para penyandang disabilitas dan mereka yang memiliki anggota keluarga difabel bisa mendapatkan informasi untuk mengikuti vaksinasi ini. Menurut Angkie, akses informasi dan komunikasi menjadi salah satu tantangan, terutama saat pandemi.

    Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengatakan telah menulis surat kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang isinya meminta percepatan vaksinasi Covid-19 untuk penyandang disabilitas. Dalam upaya vaksinasi ini, Kementerian Sosial berperan memfasilitas tempat vaksinasi di balai-balai milik kementerian dan memasok data Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas.

    Kementerian Sosial, menurut Risma, juga menyiagakan petugas di Unit Pelaksana Teknis Daerah atau UPTD, pendampingan bagi difabel saat vaksinasi, sampai penjemputan disabilitas ke tempat vaksinasi. "Saat ini ada sekitar 28 juta penyandang disabilitas di seluruh Indonesia," kata Risma. "Sementara data Kementerian Sosial menunjukkan yang akan mendapatkan vaksinasi Covid-19 kurang lebih 540 ribu orang."

    Risma melanjutkan, perhatian utama Kementerian Sosial dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk disabilitas adalah fasilitas dan akses vaksin. Dia mencontohkan, ada difabel di Manggarai, NTT, yang harus menempuh perjalanan selama empat hari untuk mendapatkan vaksin. "Masalahnya bukan sekadar bagaimana mereka bisa vaksin, tapi akses mereka mendapatkan vaksin itu," katanya.

    #CuciTangan #JagaJarak #PakaiMasker #DiamdiRumah

    Baca juga:
    Bagaimana Ketentuan Vaksinasi Covid-19 untuk Disabilitas?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.