Mengenal Audio Description, Mesin Pembisik Saat Difabel Netra Nonton Film

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang 'visual reader' (kiri) membisiki alur cerita film Ada Apa dengan Cinta 2? kepada penyandang tunanetra saat mengikuti acara Bioskop Harewos di Bandung, Jawa Barat, Ahad, 12 Agustus 2018. Bioskop tersebut ditujukan untuk memberikan sensasi menonton film kepada tunanetra dengan cara mempertemukan mereka dengan orang baru di luar lingkungannya. ANTARA/Raisan Al Farisi.

    Seorang 'visual reader' (kiri) membisiki alur cerita film Ada Apa dengan Cinta 2? kepada penyandang tunanetra saat mengikuti acara Bioskop Harewos di Bandung, Jawa Barat, Ahad, 12 Agustus 2018. Bioskop tersebut ditujukan untuk memberikan sensasi menonton film kepada tunanetra dengan cara mempertemukan mereka dengan orang baru di luar lingkungannya. ANTARA/Raisan Al Farisi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu jenis aksesibilitas yang memungkinkan difabel Netra nonton film atau video adalah fitur audio description. Saat ini, beberapa platform penyedia layanan menonton film sudah mulai menggunakan fitur tersebut untuk memperluas kelompok penonton langganan. Lalu, apakah audio description itu?

    "Audio description adalah penggambaran verbal elemen visual, terutama di media dan produksi langsung," demikian tertulis dalam laman konsorsium aksesibilitas dunia 3playmedia pada Selasa, 4 Mei 2021. Audio description memberikan informasi verbal yang berisi tayangan visual yang dianggap penting agar difabel Netra memahami apa yang disaksikan.

    Audio description tersaji bersamaan dengan perangkat audio lain dalam film. Hanya saja, ada beberapa kendala yang kerap menghalangi pembuat film memasukkan fitur audio description ini. Misalkan, deskripsi suara yang lebih lambat dari gambar yang sedang diputar.

    Fitur audio description dalam platform menonton film tersedia dalam mode yang dapat dihidupkan dan dimatikan. Audio description ini biasanya menggambarkan beberapa adegan yang tidak memiliki dialog. Contohnya pemandangan, penggambaran karakter, atau kejadian yang melibatkan sajian ruang, bentuk, atau warna.

    Audio description sudah mulai banyak digunakan platform menonton film, seperti Netflix dan YouTube for The Blind produksi perusahaan digital teknologi Think Web. Beberapa bioskop di negara maju juga menyediakan fitur ini melalui audio transmitter yang dibagikan kepada penonton tunanetra sebelum film dimulai.

    "Bioskop di Australia sudah menyediakan audio description sehingga difabel netra bisa mandiri saat nonton di bioskop," kata Aria Indrawati, Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia saat acara menonton film dengan fitur audio description yang diinisiasi Think Web, Sabtu pekan lalu.

    Dengan begitu, menurut Aria, difabel Netra tak perlu mengajak orang lain saat hendak nonton film untuk menjadi pembisik. Di Indonesia, salah satu film yang mulai menggunakan fitur audio description adalah Sejauh Ku Melangkah karya sutradara Ucu Agustin. Pembuatan audio description dalam film ini melibatkan perusahaan Minikino.

    Baca juga:
    Ketahui Seperti Apa Al Quran Braille dan Bagaimana Tunanetra Membacanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.