Pilkada 2020, Jangan Ada TPS yang Diskriminatif Terhadap Penyandang Disabilitas

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi TPS Pilkada. Dok TEMPO

    Ilustrasi TPS Pilkada. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berencana mendesain semua tempat pemungutan suara atau TPS pada Pilkada 2020 ramah bagi penyandang disabilitas.

    Koordinator Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Gresik, Abdullah Sidiq Notonegoro mengatakan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas sangat penting untuk memenuhi hak politik warga negara. "Jangan sampai lokasi TPS menyulitkan penyandang disabilitas," kata Abdullah Sidiq di Gresik.

    Bukan sekadar alat bantu memilih atau mencoblos calon kepala daerah pilihan difabel, Abdullah Sidiq mengatakan, akses menuju TPS juga harus diperhatikan. Menurut dia, jangan sampai TPS berada di area yang terlalu tinggi dan terjal sehingga menyulitkan penyandang disabilitas.

    Warga disabilitas menunjukkan kertas suara bersiap memberikan hak pilihnya di TPS Lapangan PTPN Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan dalam kegiatan simulasi pemungutan suara dengan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 pada pemilihan serentak 2020, 12 September 2020. KPU RI menggelar simulasi pemungutan suara dengan memastikan efektivitas penerapan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dilengkapi yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang. Tempo/Nurdiansah

    Indikator sederhananya, jika difabel harus mendapat bantuan untuk sampai ke TPS, misalkan dengan digendong atau cara lainnya, maka artinya lokasi TPS itu menyulitkan. "TPS seperti ini bisa dianggap sebagai TPS diskriminasi," ujarnya.

    Jumlah TPS di Kabupaten Gresik sebanyak 2.267 titik, dari sebelumnya 2.200 TPS. Penambahan 67 TPS untuk menghindari kerumuman demi mematuhi protokol kesehatan. Pilkada 2020 Kabupaten Gresik diikuti oleh dua pasangan calon, yaitu pasangan Fandi Akhmad Yani - Aminatun Habibah dan pasangan Mohammad Qosim - Asluchul Alif.

    Pasangan Fandi Akhmad Yani - Aminatun Habibah diusung oleh Partai Golkar, PDI Perjuangan, NasDem, Demokrat, PAN, dan PPP. Adapun pasangan Mohammad Qosim - Asluchul Alif mendapat dukungan PKB dan Gerindra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.