Partisipasi Penyandang Disabilitas dalam Angkatan Kerja Hanya 46 Persen

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi difabel. Shutterstock

    Ilustrasi difabel. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Partisipasi penyandang disabilitas sebagai angkatan kerja dalam sektor formal di Indonesia sangat kecil. Direktur Ketenagakerjaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas, Mahatmi Parwintasari mengatakan tingkat partisipasi difabel hanya 46 persen.

    "Angka itu jauh dibanding partisipasi non-disabilitas yang mencapai 71 persen," kata Mahatmi dalam acara Temu Inklusi 2020 bertema 'Menerawang Masa Depan Angkatan Kerja Disabilitas' pada Selasa, 10 November 2020. Rendahnya tingkat partisipasi penyandang disabilitas, menurut dia, dipengaruhi oleh ketersediaan lapangan kerja bagi difabel yang lebih banyak di sektor pelayanan dan jasa, ketimbang industri.

    Mahatmi mengatakan, partisipasi penyandang disabilitas dalam sektor industri hanya sebelas persen. Dia melanjutkan, ada masalah utama yang memicu hal tersebut, yakni tidak tersedianya aksesibilitas di lingkungan kerja, kesenjangan sosial, dan pelatihan pendidikan yang tidak inklusif.

    Kendati secara kasat mata sulit bagi difabel untuk mengejar ketertinggalan dalam partisipasi angkatan kerja, Mahatmi mengatakan, saat ini ada satu hal yang membuka peluang penyandang disabilitas untuk berkontribusi di dunia kerja. Peluang itu adalah pemanfaatan teknologi yang mampu menciptakan diversifikasi keterampilan, terutama bagi penyandang disabilitas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alur Vaksinasi Covid-19

    Kementerian Kesehatan menetapkan alur vaksinasi Covid-19. Mulai dari pengadaan dan produksi, hingga pelaporan dan integrasi.