Cara Berbagai Negara Peringati Hari Tongkat Putih Dunia

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tunanetra berjalan dengan menggunakan tongkatnya menuju sebuah stadion Changa Medero untuk ikuti latihan baseball, di Havana, Cuba 17 Mei 2017. REUTERS

    Tunanetra berjalan dengan menggunakan tongkatnya menuju sebuah stadion Changa Medero untuk ikuti latihan baseball, di Havana, Cuba 17 Mei 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Tongkat Putih Dunia atau White Cane Day diperingati setiap 15 Oktober 2020. Tongkat putih adalah sebutan untuk tongkat tunanetra.

    Salah satu negara yang antusias memperingati White Cane Day adalah Mesir. Di negara ini, kelompok orkestra Al-Nour Wal Amal menggelar konser musik di Kairo Opera House. Hampir seluruh pemain musik di kelompok orkestra ini adalah penyandang disabilitas.

    "Saya ingin menyerukan kepada para penyandang disabilitas untuk tetap berjuang dan jangan pernah menyerah," ujar seorang pemain biola di Al-Nour Wal Amal, Mariam al-Nagdy, seperti di kutip dari Xinhua. Kelompok orkestra ini terbentuk atas inisiasi Yayasan Light and Hope Music Institute di Kairo pada 1961.

    Yayasan tersebut banyak mengkurasi kemampuan bermusik para seniman disabilitas. Pada tahun 1988 kelompok orkestra Al-Nour Wal Amal pertama kali berkiprah di Eropa, tepatnya Austria. Setelah itu, karier orkestra mereka moncer dan sudah keliling dunia hingga di 30 negara, termasuk Cina.

    Di India, Hari Tongkat Putih India diperingati dengan cara mensosialisasikan fungsi dan kegunaan tongkat putih. Fungsi itu diperkenalkan kepada komunitas pengguna jalan umum, seperti polisi lalu lintas, pejalan kaki, dan pengguna kendaraan bermotor.

    Dalam kegiatan tersebut, organisasi difabel menyampaikan kepada masyarakat dan petugas bagaimana cara bersikap, memperlakukan, menghormati, dan memenuhi hak disabilitas netra saat berada di jalan. "Menjadi tugas saya untuk menjamin keamanan seorang pengguna tongkat putih saat menyeberang jalan atau menggunakan moda transportasi," ujar petugas yang mengatur lalu lintas, Amitabh Rai kepada times of India.

    Sementara di Amerika, tepatnya negara bagian Texas, para pemangku kepentingan di bidang penyedia lapangan kerja berkumpul untuk membuat pedoman lingkungan kerja yang inklusif bagi karyawan dengaan gangguan penglihatan. Seorang difabel yang menjadi pembicara dalam acara tersebut adalah Tracy Minish, Manajer Sistem Operasional misi di Johnson Space Center, Lembaga Antariksa Amerika Serikat atau NASA.

    Dalam The White Cane Day, Tracy memaparkan riwayat Retinitis Pigmentosa yang dia alami. Ini adalah kondisi penurunan penglihatan karena mutasi genetik di bagian retina dan belum ada obatnya. "Pemecahan masalah sudah menjadi bagian dari genetik penyandang disabilitas," ujar Minish.

    Pada kesempatan itu, Minish memperkenalkan konsep bekerja teleworking. Metodenya mirip dengan bekerja dari rumah ditambah pengenalan aplikasi terakses, terutama untuk disabilitas netra. Konsep teleworking ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi perusahaan selama masa pandemi Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra