Perhimpunan Jiwa Sehat Olah Video Corona agar Terakses Difabel

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Perhimpunan Jiwa Sehat mengolah video sosialisasi pencegahan virus corona agar terakses penyandang disabilitas. Video berdurasi hampir 4 menit itu berjudul 'Bagaimana Cara Sabun Membunuh Virus Corona dan Kenapa Harus 20 Detik?'.

    Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat, Yeni Rosa Damayanti mengatakan konten video tersebut disadur dari situs asing, Vox Media. Di dalam video terdapat penjelasan tentang karakter virus corona, bagaimana cara mencegah penularannya, dan seperti apa cara mencuci tangan yang benar.

    Dalam video tersebut, Perhimpunan Jiwa Sehat membuat teks dan mengalihbahasakan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Dengan begitu penyandang disabilitas netra dan teman tuli dapat mendengar suara dan membaca teks untuk memahami apa itu virus corona.

    Ilustrasi Virus Corona (123rf.com)

    "Kami mengolah video itu agar lebih sederhana dan mudah dimengerti penyandang disabilitas sensorik maupun mental dan intelektual," kata Yeni Rosa Damayanti saat dihubungi Tempo, Sabtu 28 Maret 2020. Video dengan bahasa sederhana untuk penyandang disabilitas intelektual, menurut dia, masih dalam proses pengerjaan.

    Dalam video tersebut digambarkan struktur virus corona baru atau COVID-19 yang tidak mudah hancur karena berselimut jaringan lemak. Lapisan lemak itu hanya dapat dihancurkan dengan sabun atau alkohol.

    "Karena itu, cuci tangan saja dengan air tidak cukup," kata Kinanty Andini dari Perhimpunan Jiwa Sehat, yang menjadi penerjemah sekaligus pengisi suara video. "Cuci tangan harus menggunakan sabun kurang lebih 20 detik atau cairan pembersih tangan yang mengandung antiseptik atau alkohol."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.