5 Jenis Anjing Pintar Pemandu Tunanetra

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Carmen Lopez Garcia, peselancar tunanetra bermain dengan anjingnya usai latihan di pantai Salinas, Spanyol, 6 Desember 2018. REUTERS/Eloy Alonso

    Carmen Lopez Garcia, peselancar tunanetra bermain dengan anjingnya usai latihan di pantai Salinas, Spanyol, 6 Desember 2018. REUTERS/Eloy Alonso

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu bentuk pendampingan yang dapat diberikan kepada tunanetra adalah melalui peran guiding dog atau anjing pemandu. Penelitian yang dilakukan Animal Facts di Amerika Serikat menunjukkan keberadaan anjing pemandu dapat membantu tunanetra lebih mandiri.

    Keberadaan anjing pemandu juga dapat mengurangi stres, rasa kecewa, sindrom kekhawatiran, dan perasaan kesepian tunanetra. Lantaran sifat anjing yang loyal kepada pemiliknya, banyak keluarga di Amerika Serikat yang menjadikan anjing pemandu sebagai bagian keluarga atau teman dekat.

    Berikut ini lima jenis anjing pemandu yang paling banyak berperan sebagai penuntun dan pendamping tunanetra, menurut situs Animal Facts.

    1. Labrador Retriever
      Labrador Retriever adalah jenis anjing yang paling banyak berperan menuntun atau mendampingi tunanetra dalam melakukan mobilitas. Labrador cerdas, memiliki insting keingintahuan, dapat sangat dekat dengan pemiliknya, mudah akrab dengan orang lain serta memiliki insting sosial yang tinggi.

      Labrador Retriever adalah anjing ras yang banyak dilatih sebagai pendamping. Karena insting alaminya yang mudah akrab dengan orang asing, insting melindungi Labrador Retriever agak kurang dibanding anjing pada umumnya. Walaupun jenis anjing ini sangat direkomendasikan bagi tunanetra, tetap saja Labrador membutuhkan perintah dan sering terpecah fokusnya pada kegiatan manusia.

    2. Golden Retriever
      Hampir sama dengan Labrador Retriever, Golden Retriever juga memiliki insting alamiah yang mudah dilatih dan cerdas. Anjing ras ini juga terbilang tenang dan mudah akrab dengan anak-anak dan balita.

      Seekor anak anjing Golden Retriever terlihat seperti sedang mencium seekor burung kakaktua Grand Eclectus. Dailymail.co.uk

      Berbeda dengan Labrador yang mudah terpecah fokusnya, Golden Retriever memiliki kemampuan fokus dan patuh pada jalur yang sering dilewati. Bahkan, Golden Retriever dapat menyesuaikan posisi diri ketika pegangan pemiliknya berada pada posisi yang tidak tepat.

    3. Goldener
      Goldener merupakan jenis campuran antara Golden Retriever dan Labrador. Campuran jenis anjing ras unggulan menghasilkan jenis anjing dengan kualitas terbaik. Menurut Asosiasi Anjing Penjaga untuk Tunanetra di Inggris, Goldener merupakan jenis anjing yang paling banyak membantu menuntun tunanetra, serta sukses menjaga pemiliknya. Jenis anjing peranakan ini adalah yang paling banyak direkomendasikan negara-negara Eropa untuk menjadi anjing pemandu.

    4. German Shepherd
      Secara alamiah, insting German Shepherd adalah bekerja. Anjing jenis ini mampu terjaga dalam waktu lama. Sama seperti anjing ras lain yang mudah dilatih, German Shepherd memiliki insting tambahan berupa pemecahan masalah ketika menghadapi situasi yang berbeda.

      Anjing jenis German Shepherd alias Herder yang biasa digunakan kepolisian sebagai anjing pelacak. TEMPO/Yosep Arkian

      Sayangnya, anjing pemandu ini tidak mudah memiliki ikatan dengan pemiliknya. Pemegang German Shepherd harus punya kemampuan khusus dalam memberikan perintah dan melatihnya.

    5. Labradoodle
      Labradoodle memiliki kemampuan yang cukup baik sebagai anjing pemandu tunanetra dan lebih sensitif terhadap situasi yang tidak biasa. Hanya saja, anjing jenis ini membutuhkan perawatan intensif karena rentan terkena iritasi dan flu.

      Waggers, anjing coklat jenis labradoodle ini tinggal di sebuah hotel mewah bernama Staybridge Suites London di Albert Embankment, Inggris. Tak hanya tinggal di hotel mewah, Waggers juga bekerja dengan menyambut para tamu yang datang di hotel tersebut. dailymail.co.uk

      Anjing jenis Labradoodle mulai terlihat sakit ketika hidung dan matanya berair. Pada beberapa kondisi, Labradoodle juga mudah bersin. Sifat yang mudah teriritasi ini membuat Labradoodle dikategorikan sebagai jenis pemandu kelas B atau kelas menengah yang cukup banyak populasinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.