11 Polisi Difabel Ikut Sekolah Inspektur Polisi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis saat memimpin serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020. Dalam sertijab tersebut merotasi sejumlah pejabat utama Polri dan beberapa Kapolda seperti Kapolda Kalimantan Barat, Kapolda Sulawesi Utara, Kapolda Maluku, Kapolda Sulawesi Barat, Kapolda Maluku Utara, Kapolda Jambi, Kapolda Aceh dan Kapolda Gorontalo. Sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis saat memimpin serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020. Dalam sertijab tersebut merotasi sejumlah pejabat utama Polri dan beberapa Kapolda seperti Kapolda Kalimantan Barat, Kapolda Sulawesi Utara, Kapolda Maluku, Kapolda Sulawesi Barat, Kapolda Maluku Utara, Kapolda Jambi, Kapolda Aceh dan Kapolda Gorontalo. Sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI memberikan kesempatan kepada sebelas anggota polisi difabel untuk mengikuti Sekolah Inspektur Polisi atau SIP. Kepala Polri Jenderal Idham Azis mengecek bagaimana sebelas anggota Polri penyandang disabilitas tadi menjalani tes kesehatan di lapangan Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu 5 Februari 2020.

    "Ini adalah wujud penghargaan Kepala Polri dalam memberikan penghargaan kepada anggota yang telah berjasa melaksanakan tugas dengan mengorbankan jiwa raganya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Raden Prabowo Argo Yuwono. Kesempatan menjalani pendidikan Sekolah Inspektur Polisi diberikan karena sebelas anggota Polri tadi mengalami disabilitas saat menjalankan tugas.

    Mengetahui penghargaan untuk anggota Polri difabel tersebut, Staf Khusus Presiden Joko Widodo bidang sosial, Angkie Yudistia mengapresiasi inisiatif itu. "Ini merupakan wujud penghargaan kepolisian kepada setiap anggotanya yang mengalami musibah saat bertugas," kata Angkie Yudistia melalui siaran pers, Kamis 6 Februari 2020.

    Staf khusus Presiden Joko Widodo, Angkie Yudistia. ANTARA/Wahyu Putro A

    Angkie Yudistia berharap langkah tersebut menjadi teladan bagi lembaga atau institusi pemerintah lainnya. "Kepedulian negara terhadap rakyatnya harus terus dilakukan dengan tidak membedakan kondisi fisik dalam mendapatkan kesempatan bekerja dan berkarya," ujar pendiri Thisable Enterprise ini.

    Ketua Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia atau PPDI, Gufroni Sakaril mengatakan kesempatan untuk sebelas anggota Polri difabel karena menjalankan tugas, merupakan komitmen dalam mewujudkan hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan dan karier di institusi Polri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.