Dokter Anak Terbitkan Buku Panduan Penanganan Pasien Anak Autisme

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi terapi untuk anak/autisme. Shutterstock

    Ilustrasi terapi untuk anak/autisme. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Dokter Anak Dunia menerbitkan buku panduan penanganan pasien anak dengan autisme. Selama ini, dokter anak menggunakan buku panduan penanganan anak berkebutuhan khusus yang terbit pada 2007.

    Ada sejumlah pembaruan dalam buku panduan penanganan pasien anak autisme yang terbit pada Senin, 16 Desember 2019, ini. Beberapa tema terbaru adalah prosedur diagnosa atau pemeriksaan dini autisme pada anak berusia 9 bulan. Pemeriksaan ini dilanjutkan ketika anak berusia 18 dan 30 bulan.

    Pemeriksaan tersebut diberlakukan kepada semua anak ketika melakukan pemeriksaan medis umum. "Semakin dini seorang anak terdiagnosa keterlambatan tumbuh kembang, maka kian cepat dapat teratasi masalahnya, sehingga dapat mengantisipasi kondisi tertentu," kata Susan L. Hymen, pediatris khusus penanganan tumbuh kembang anak dari Rochester University, seperti yang dikutip dari situs Scoop.

    Jika ada indikasi bayi mengalami autisme pada usia 9 bulan, langkah selanjutnya yang mesti ditempuh adalah merekomendasikan pemeriksaan genetis kepada orang tua bayi. Setelah mendapat hasil pemeriksaan, pediatri wajib melakukan supervisi pemeriksaan lanjutan dan teknik penanganannya.

    Berdasarkan The America Pediatrics Association, anak dengan sindrom autisme mengalami 40 sampai 60 persen sindrom kekhawatiran, 60 persen hiperaktif, sulit tidur, kendala bahasa, dan pola makan tidak teratur.

    Buku panduan ini juga menyarankan pediatri memastikan anak yang terdiagnosa autisme untuk memperoleh akses pelayanan kesehatan di rumah atau sekolah. Dokter anak diharapkan mampu memberikan referensi bagi orang tua atau keluarga anak dengan autisme mengenai organisasi pendukung atau asistensi selama anak menghadapi peralihan menuju remaja.

    "Dengan pemantauan lebih komprehensif, kami berharap dapat mengidentifikasi area bermasalah dan titik awal yang tidak sempat diantisipasi sebelum anak menginjak usia 3 tahun," ujar Paul H. Lipkin, pediatri dari The Kennedy Krieger Institute dan The Johns Hopkins University School of Medicine.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.