Pekan Paralimpik Pelajar Batu Loncatan Atlet Difabel Mendunia

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesta kembang api memeriahkan Upacara Pembukaan Asian Para Games 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu, 6 Oktober 2018. Ajang olahraga terbesar se-Asia untuk atlet difabel, Asian Para Games 2018, akan melombakan 18 cabang olahraga yang digelar di 19 venue di Jakarta pada 6-13 Oktober dengan atlet peserta mencapai 714 orang. ANTARA

    Pesta kembang api memeriahkan Upacara Pembukaan Asian Para Games 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu, 6 Oktober 2018. Ajang olahraga terbesar se-Asia untuk atlet difabel, Asian Para Games 2018, akan melombakan 18 cabang olahraga yang digelar di 19 venue di Jakarta pada 6-13 Oktober dengan atlet peserta mencapai 714 orang. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pekan Paralimpik Pelajar Nasional atau Peparpenas dapat menjadi batu loncatan bagi atlet difabel untuk mewakili Indonesia di dunia internasional.

    "Peparpenas menciptakan benih-benih unggul atlet disabilitas yang akan mewakili Indonesia di event-event internasional," ujar Raden Isnanta, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga di acara penutupan Peparpenas di GOR Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa 12 November 2019. Pengembangan para atlet difabel, menurut dia, jangan terhenti di tahap pembinaan.

    Seusai mengikuti Peparpernas, mereka tetap digembleng untuk mempersiapkan diri menuju Pekan Paralimpiade Nasional atau Peparnas 2020 di Papua. Jika atlet dalam Pekan Paralimpik Pelajar Nasional mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan berprestasi, maka dia bisa menjadi penerus.

    Raden Isnanta mengingatkan bagaimana usaha para atlet difabel dalam ajang Asian Paragames 2018 tahun lalu. "Kembangkan terus potensi dan mengukit prestasi supaya dapat menjadi perwakilan Indonesia di ajang olahraga dunia," kata dia.

    Selain pembinaan, Raden mendorong agar rutin diadakan kejuaraan yang mengusung inklusivitas. "Masyarakat indonesia harus semakin peduli dengan disabilitas karena mereka berhak untuk mendapat kesempatan yang sama," ucap Raden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.