Perhatikan Tutur dan Gesture Saat Berinteraksi dengan Difabel

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penyandang cacat / kaum difabel. REUTERS/Rafael Marchante

    Ilustrasi penyandang cacat / kaum difabel. REUTERS/Rafael Marchante

    TEMPO.CO, Jakarta - Muncul beragam reaksi dari orang awam saat bertemu dengan difabel. Ada yang takut, kasihan, atau bahkan tak peduli. Apapun sikap yang ditunjukkan, perlu diingat bahwa penyandang disabilitas juga punya perasaan, ingin dihargai tanpa dikasihani sebagaimana orang lain.

    Sebab itu, diperlukan pengetahuan tentang bagaimana berinteraksi dengan teman difabel. Mulai dari cara berkomunikasi sampai bahasa tubuh atau gesture yang tercermin saat berhadapan dengan penyandang disabilitas.

    Mengutip buku Panduan Penanganan Perkara Penyandang Disabilitas Berhadapan dengan Hukum dalam Lingkup Pengadilan yang dibuat oleh Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MaPPI FHUI), Sentra Advkasi Perempuan, Difabel, dan Anak (Sapda), dan Australia Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2), ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat berinteraksi dengan penyandang disabilitas.

    Berikut ini cara berinteraksi dengan penyandang disabilitas:

    1. Sapa dan bicara secara langsung dengan kontak mata. Hindari berbicara satu arah melalui orang lain, baik melalui penerjemah atau pendamping

    2. Fokus kepada penyandang disabilitas yang diajak bicara, bukan pada kondisinya.

    3. Bicara dengan jelas, mudah dipahami, dan tetap santun.

    4. Bahasa tubuh yang ramah. Contohnya usahakan bicara dalam posisi sejajar dan jangan dengan sengaja membelakanginya.

    5. Jangan membuat penyandang disabilitas sebagai orang yang aneh.

    6. Kenalilah kebutuhan spesifik penyandang disabilitas, misalnya disabilitas fisik membutuhkan kursi roda.

    7. Jika merasa penyandang disabilitas yang datang membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk menanyakan apakah dia butuh bantuan. Kemudian tanyakan bagaimana cara penyandang disabilitas ingin dibantu.

    8. Kursi roda, tongkat, alat bantu dengar, tangan palsu, kaki palsu, dan alat bantu lainnya merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan. Jadi, jangan menyentuh, memindahkan, atau melakukan sesuatu pada alat bantu tadi tanpa persetujuan.

    9. Tidak memberikan pertanyaan yang berulang-ulang.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.