Minggu, 22 September 2019

231 Kendaraan Difabel Bebas dari Aturan Ganjil Genap

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian melakukan penindakan pelanggaran Perluasan sistem ganjil genap yang dibarengi dengan sanksi hukum resmi di kawasan Tomang, Jakarta, Senin 9 September 2019. Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 750 personel untuk mengawasi pemberlakukan kebijakan penerapan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil-genap untuk kendaraan bermotor roda empat pada tanggal 9 September 2019. TEMPO/Subekti.

    Petugas kepolisian melakukan penindakan pelanggaran Perluasan sistem ganjil genap yang dibarengi dengan sanksi hukum resmi di kawasan Tomang, Jakarta, Senin 9 September 2019. Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 750 personel untuk mengawasi pemberlakukan kebijakan penerapan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil-genap untuk kendaraan bermotor roda empat pada tanggal 9 September 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 231 kendaraan bermotor roda empat milik pribadi terbebas dari aturan ganjil genap. Musababnya, kendaraan itu telah mendapatkan stiker khusus untuk difabel.

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan pengecualian ini diterapkan dalam penerapan ganjil genap kendaraan bermotor roda empat yang diperluas wilayahnya mulai hari ini, Senin 9 September 2019. Penyandang disabilitas bisa mendapatkan stiker difabel untuk kendaraan ini dengan melalui beberapa proses.

    Untuk memperoleh stiker itu, Syafrin menjelaskan, pemohon mengajukan permohonan ke Dinas Perhubungan disertai persyaratan administrasi, seperti kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu identitas anak, kartu keluarga, fotokopi STNK kendaraan yang dimohonkan, hingga melampirkan foto kondisi pemohon penyandang disabilitas. "Setelah berkas permohonan masuk, kemudian kami melakukan survei," ujar Syafrin di Jakarta, Jumat 6 September 2019.

    Selain 231 kendaraan difabel yang sudah mendapatkan stiker, menurut dia, ada 125 permohonan yang sedang diproses. Syafrin mengatakan proses dikabulkan atau ditolaknya permohonan untuk mendapatkan stiker kendaraan khusus difabel itu maksimal tiga hari.

    Jika saat survei diketahui pemohon memiliki kendala atau hambatan dalam mengakses sistem angkutan umum yang berada di Jakarta, maka Dinas Perhubungan akan memberikan stiker khusus itu. Sebaliknya, jika pemohon masih bisa mengakses angkutan umum, maka stiker tersebut tidak akan diberikan. "Sistem angkutan umum, seperti Transjakarta sudah memberikan fasilitas terhadap difabel agar mereka dengan mudah mengaksesnya," jelas Syafrin.

    Dia melanjutkan, apabila pada kendaraan terdapat stiker khusus namun di dalamnya tidak ada penyandang disabilitas, otomatis pemilik kendaraan akan ditilang. Begitu juga jika di dalam kendaraan ada penyandang disabilitas, namun tidak tertera stiker khusus, pemilik kendaraan tersebut tatap ditilang.

    Mulai hari ini, sebanyak 25 ruas jalan di Jakarta berlaku aturan kendaraan ganjil genap. Kendaraan berpelat nomor genap bebas melenggang di tanggal genap dan kendaraan bernomor polisi ganjil pada tanggal ganjil. Berikut ruas jalan yang menerapkan aturan ganjil genap.

    1. Jalan Pintu Besar Selatan
    2. Jalan Gajah Mada
    3. Jalan Hayam Wuruk
    4. Jalan Majapahit
    5. Jalan Medan Merdeka Barat
    6. Jalan M.H. Thamrin
    7. Jalan Jenderal Sudirman
    8. Jalan Sisingamangaraja
    9. Jalan Panglima Polim
    10. Jalan Fatmawati (mulai dari simpang Jalam Ketimun 1 sampai simpang Jalan T.B. Simatupang)
    11. Jalan Suryopranoto
    12. Jalan Balikpapan
    13. Jalan Kiai Caringin
    14. Jalan Tomang Raya
    15. Jalan S. Parman (mulai dari Simpang Jalan Tomang Raya sampai Simpang Jalan K.S. Tubun).
    16. Jalan Gatot Subroto
    17. Jalan M.T. Haryono
    18. Jalan H.R. Rasuna Said
    19. Jalan D.I. Panjaitan
    20. Jalan Jenderal A. Yani (mulai dari Simpang Jalan Perintis Kemerdekaan sampai Simpang Jalan Bekasi Timur Raya).
    21. Jalan Pramuka
    22. Jalan Selemba Raya Sisi Barat dan Sisi Timur
    23. Jalan Kramat Raya
    24. Jalan Stasiun Senen
    25. Jalan Gunung Sahari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe