15 Anak Difabel Menang Lomba Menulis Suara Anak Disabilitas

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi seorang bocah down syndrome memperagakan busana dalam ajang Petite Fashion Week di Madrid, Spanyol, 6 Oktober 2017. Beberapa model di acara tersebut berasal dari Garrigou Foundation, tempat pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS

    Aksi seorang bocah down syndrome memperagakan busana dalam ajang Petite Fashion Week di Madrid, Spanyol, 6 Oktober 2017. Beberapa model di acara tersebut berasal dari Garrigou Foundation, tempat pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang memiliki potensi dalam menyampaikan aspirasi. Begitu pula dengan anak penyandang disabilitas. Kali ini, aspirasi dan curhat mereka disampaikan dalam bentuk tulisan "Suara Anak Disabilitas, Dengarkanlah Curhatan Kami".

    "Karya mereka mencerminkan suara hati anak disabilitas Indonesia. Intinya curhat mereka yang dapat memberikan masukan kepada pemerintah agar dapat menciptakan lingkungan dengan interaksi yang baik sesuai jenis ragam disabilitas anak-anak tersebut," ujar mantan Sekretaris Jenderal World Blind Union atau WBU yang menjadi salah satu juri, Rina Prasarani, saat dihubungi Senin 15 Juli 2019.

    Terdapat 15 tulisan terbaik yang dipilih oleh Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dari seluruh ragam jenis disabilitas. Semua tulisan itu disampaikan dalam bentuk media yang terakses, sesuai dengan jenis ragam disabilitas. Terdapat tiga naskah terpilih dari masing-masing ragam disabilitas.

    Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak, Yohana Yambise dalam siaran persnya menyatakan kondisi disabilitas pada anak tidak lagi dipandang sebagai suatu keterbatasan fungsi, melainkan keterbatasan interaksi dengan lingkungannya. "Mereka juga bisa berprestasi dan punya keahlian khusus di bidangnya masing-masing. Karena itu, mereka harus mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan dan berpartisipasi," ujar Yohana Yambise.

    Berikut nama anak-anak difabel yang berhasil menyajikan tulisan terbaik beserta ragam disabilitasnya:

    # Disabilitas Fisik
    1. Asyaffa Nur Julia
    2. Ataraka Abanaya
    3. Novia Kusuma Anggraini

    # Disabilitas Netra
    1. Putri Theresia Giawa
    2. Viqhli Alif Nur Restu Whardana
    3. Wahyu Eko Prasetyo

    # Disabilitas Tuli
    1. Hilma Faula Ni'matur Rahman
    2. Revara Alya Almasya
    3. Mutiara Ilmi Rana

    # Disabilitas Mental, Intelektual dan Multi Disabilitas
    1. Afra Nada Adistia
    2. Dewi
    3. Sulis Sawaliyah
    4. Faiza Yustiandari
    5. Delvin Delvino
    6. Arya Panembahan Notowijoyo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?