Bus Mudik Lebaran Khusus Disabilitas, Apa Saja Fasilitasnya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Toyota Hiace yang dimodifikasi untuk digunakan mudik Lebaran oleh penyanang disabilitas. TEMPO | Cheta Nilawaty

    Mobil Toyota Hiace yang dimodifikasi untuk digunakan mudik Lebaran oleh penyanang disabilitas. TEMPO | Cheta Nilawaty

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyelenggara Mudik Ramah Anak dan Disabilitas menyediakan lima armada bus untuk mengantar peserta mudik ke kampung halamannya. Bus-bus tersebut berasal dari Kementerian Sosial, Kementerian Perhubungan, dan Dinas Perhubungan Jawa Barat.

    Baca: Tips Mudik Aman dan Nyaman Buat Penyandang Disabilitas

    Lantaran penumpangnya memiliki kebutuhan khusus, maka interior bus mudik ini juga dimodifikasi sesuai kebutuhan. Bus tersebut memiliki fasilitas yang ramah bagi pengguna kursi roda, insan tuli, dan tunanetra.

    Koordinator Mudik Ramah Anak dan Disabilitas, Catur Sigit Nugroho menjelaskan terdapat ramp hidrolik yang dapat menyejajarkan pengguna kursi roda dengan lantai bus. "Dengan begitu, kursi roda bisa naik ke atas bus dengan aman dan nyaman," kata Catur Sigit Nugroho di acara pelepasan tahap pertama peserta mudik anak dan disabilitas di Gedung PP Muhammadiyah, Kamis 30 Mei 2019.

    Bus ramah disabilitas ini terdiri dari empat ruang khusus untuk kursi roda, 16 kursi, lantai hidrolik yang dapat dinaikkan dan diturunkan, beberapa tiang pegangan, dan toilet portabel. Penggunaan toilet portabel ini tidak di dalam bus, melainkan di luar bus ketika berhenti di tempat peristirahatan atau saat hendak menyeberang melalui kapal.

    Proses pengguna kursi roda naik ke dalam bus mudik Lebaran yang ramah penyandang disabilitas. TEMPO | Cheta Nilawaty

    Catur Sigit Nugroho menjelaskan kesulitan utama penyandang disabilitas ketika harus mudik jarak jauh dan menggunakan platform kendaraan umum biasa adalah tidak tersedianya toilet yang dapat diakses oleh kursi roda. Akibatnya, pengguna kursi roda harus menahan buang air kecil hingga sampai di tempat tujuan. "Ini kondisi yang menyulitkan," ujar Catur.

    Baca juga: Ada 14 Rest Area di Tol Trans Jawa dengan Toilet Khusus Difabel

    Kementerian Sosial menyediakan sebuah bus modifikasi dengan lantai terbuka di bagian tengah yang dapat digunakan penyandang disabilitas, sekaligus dilengkapi dengan toilet portabel berupa kursi setinggi 1 meter dengan lubang berdiameter 25 cm di tengah. Ada bilik dengan pembatas kain yang dapat dibuka dan tutup ketika toilet sedang digunakan atau kosong. "Toilet portabel ini dapat dinaikkan dan diturunkan dari bus," kata Ilma Sovri Yanti Ilyas, inisiator program Mudik Ramah Anak dan Disabilitas.

    Bus ukuran dua pertiga dari bus besar yang biasa digunakan untuk jarak jauh ini juga dilengkapi sofa setinggi kursi roda. Sofa tersebut berfungsi sebagai tempat relaksasi ketika tubuh lelah menempuh perjalanan jauh. "Peserta mudik dapat bergantian menggunakan sofa ini untuk merebahkan badan dan khusus peserta mudik yang masih dalam pengawasan medis," ucap Ilma Sovri.

    Penyandang disabilitas yang mudik Lebaran dan toilet portabel yang bisa digunakan di dalam maupun di luar bus. TEMPO | Cheta Nilawaty

    Bus ramah disabilitas tersebut hasil modifikasi mini bus merek Toyota Hiace berkapasitas 25 tempat duduk. Satu armada bus ramah disabilitas ini diperkirakan senilai Rp 600 juta. Bus ramah disabilitas ini untuk pertama kalinya berangkat melintasi Pelabuhan Merak menuju Bakaheuni dan melayani pengantaran peserta mudik antar-pulau.

    Pada pemberangkatan peserta mudik anak dan disabilitas tahap kedua pada Sabtu, 1 Juni 2019, jenis bus yang digunakan memiliki kapasitas yang lebih banyak lagi. Ada ruang yang lebih besar bagi pengguna kursi roda sehingga dapat mengangkut lebih banyak pengguna kursi roda lebih banyak, yakni 9 sampai 10 kursi roda. Bus ini disediakan oleh Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Jawa Barat.

    Simak: Tempat Wudu Masjid El Syifa Ciganjur Ramah Penyandang Disabilitas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?