Insan Tuli Menikah, Bagaimana Ijab Kabul dan Pengurusan di KUA

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan menikah. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan menikah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Proses pernikahan bagi pasangan insan tuli yang beragama Islam dilakukan dengan cara berbeda. Ijab kabul pengantin pria dengan wali nikah pengantin wanita yang dilakukan secara lisan diganti dengan bahasa isyarat.

    Baca: Insan Tuli Jadi Pasukan Kura - Kura Gojek, Ini Kisahnya

    Ketua Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia atau Gerkatin, Bambang Prasetyo mengatakan harus ada penerjemah bahasa isyarat yang bertugas mendampingi calon mempelai ketika menghadap penghulu, maupun kepada wali nikah calon mempelai perempuan.

    "Sebab penghulu belum tentu mengerti apa yang disampaikan oleh calon mempelai dari kalangan insan tuli," Bambang melalui juru bahasa isyarat saat diskusi kelompok terfokus penguatan fiqih disabilitas di kantor PBNU, Jakarta, Kamis 23 Mei 2019.

    Tak hanya bertugas menerjemahkan lafaz ijab kabul, penerjemah bahasa isyarat juga menjembatani bahasa tausiah pernikahan. Penerjemah juga diperlukan untuk mendampingi proses pengurusan administrasi pendaftaran pernikahan di kantor urusan agama.

    Selama ini, menurut Bambang Prasetyo, beberapa insan tuli mencoba mengucapkan lafaz ijab qabul dengan bahasa verbal. Yang terjadi adalah penghulu maupun wali nikah tidak mengerti apa yang disampaikan mempelai pria. Persoalan ini dikhawatirkan berpengaruh pada ketentuan hukum Islam yang mengatur tentang pernikahan.

    Menanggapi permasalahan tersebut, Direktur Jenderal Bina Masyarakat Islam, Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin mengatakan harus ada pembicaraan dan koordinasi lebih lanjut mengenai pelayanan KUA bagi penyandang disabilitas. "Karena prosesi pernikahan itu ada yang dilakukan di dalam kantor urusan agama dan ada yang di luar kantor urusan agama," ujar Muhammadiyah Amin.

    Baca juga: 
    Komunikasi dengan Personil Ojek Online Disabilitas, Simak Caranya

    Koordinasi ini diperlukan lantaran Kementerian Agama mengurusi lebih dari 45 ribu kantor urusan agama di seluruh Indonesia, dengan jumlah pendaftaran pernikahan rata-rata 2 juta pasangan setiap tahun. Di antara pasangan mempelai itu, petugas KUA belum tentu dapat mengidentifikasi mana calon mempelai yang merupakan insan tuli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.