Mengenal ITCFB, Komunitas Tunanetra Melek Teknologi Informatika

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mengetik. shutterstock.com

    Ilustrasi mengetik. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Teknologi kini menjadi bagian penting dalam kehidupan tunanetra. Salah satu aplikasi yang digunakan oleh tunanetra adalah pembaca layar. Peranti lunak ini memungkinkan tunanetra membaca konten di ponsel dan komputer jinjing.

    Baca: Guru Jarimatika Tunanetra Sulap Bungkus Kopi Jadi Tas Keren

    Komunitas tunanetra yang melek teknologi di Indonesia adalah IT Center for The Blind atau ITCFB. Ini adalah komunitas yang beranggotakan tunanetra pegiat teknologi dan pengembangan aplikasi komputer. Salah satu program pertama yang dikembangkan komunitas ini adalah akses tunanetra terhadap layar sentuh.

    Salah seorang pendiri ITCFB, Aris Yohanes mengatakan awalnya dia hanya ingin memberitahu kepada masyarakat tentang bidang kemampuan yang dimiliki tunanetra bukan lagi seputar bermusik. "Tunanetra juga mampu dan lancar mengoperasikan komputer,” ujar Aris Yohanes di Jakarta Selatan, Jumat 12 April 2019.

    Komunitas yang berdiri pada 2012 ini sempat berada di bawah bimbingan dan supervisi Blind Coding, organisasi inklusi yang juga mengembangkan teknologi informatika untuk tunanetra. Komunitas ITCFB mengadakan berbagai pelatihan, misalnya pelatihan kemampuan dasar teknologi informatika dan komputer, penerapan aplikasi, hingga bahasa pemograman buat tunanetra.

    Sekarang anggota ITCFB mencapai 2.500 orang dari berbagai daerah di Indonesia. Anggota komunitas ini adalah tunanetra yang gemar mengotak-atik komputer untuk keperluan bekerja atau sekolah. Bahkan ada anggota yang bekerjasama dengan start-up pengembang aplikasi terakses dan mampu membuat website sederhana.

    Baca juga: Mengenal Sindrom Usher Penyebab Tuli dan Buta Secara Bersamaan

    Komunitas ITCFB juga memproduksi audio editing, baik dalam bentuk podcast atau cerita audio. “Kami menggunakan beberapa program, misalnya Gold Wave atau Audacity,” ujar Jejen Juanda, salah satu anggota komunitas ITCFB. Proses produksi rekaman audio dilakukan oleh tim yang semuanya tunanetra. Mereka berbagi tugas, misalnya riset, penulisan naskah, pencarian talent, perekaman, editing, sampai menambah efek suara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.