Senin, 17 Desember 2018

George H.W. Bush Pahlawan Bagi Penyandang Disabilitas Amerika

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan wakil Presiden George H.W. Bush, saat memberikan sambutan di New Orleans, Louisiana, 18 Agustus 1988. Mantan Presiden Amerika Serikat George Herebert Walker Bush atau yang dikenal sebagai Bush Senior meninggal dunia pada usia 94 tahun. George Bush Presidential Library and Museum/Handout via REUTERS/File Photo

    Mantan wakil Presiden George H.W. Bush, saat memberikan sambutan di New Orleans, Louisiana, 18 Agustus 1988. Mantan Presiden Amerika Serikat George Herebert Walker Bush atau yang dikenal sebagai Bush Senior meninggal dunia pada usia 94 tahun. George Bush Presidential Library and Museum/Handout via REUTERS/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - George H.W. Bush, mantan Presiden Amerika Serikat ke-41, meninggal di usia 94 tahun, pada Jumat, 30 November 2018. Meski dikenal sebagai orang yang konservatif, George W. Bush adalah sosok yang berjasa bagi komunitas penyandang disabilitas Amerika.

    Baca: Eks Agen Secret Service Cerita Kebaikan George H. W. Bush

    Salah satu kiprah bersejarahnya adalah saat menggolkan hukum anti-diskriminasi bagi penyandang disabilitas. Saat itu, George Hervert Walker Bush menjabat sebagai wakil presiden di bawah kepemimpinan Ronald Reagan. Dia yang menandatangani "Bill of Right People with Disability" pada 1990.

    "Hukum ini mencakup berbagai aspek kehidupan bagi penyandang disabilitas, sehingga kami masyarakat Amerika melihat penyandang disabilitas dalam sudut pandang lain," ujar Lex Frieden, Professor dari University of Texas, yang ikut membidani lahirnya hukum bagi penyandang disabilitas Amerika, seperti yang dikutip dari Fox News, Selasa 4 Desember 2018.

    Menurut Frieden, hukum ini mengubah paradigma sosial penyandang disabilitas, yang sebelumnya dianggap sebagai masalah sosial kesehatan, menjadi perbedaan cara mengakses sesuatu. "Jangan memandang disabilitas dari kelainan fisik mereka, melainkan bagaimana menciptakan aksesibilitas," ujar Frieden.

    Mantan Presiden George W. Bush dan anggota keluarga lainnya menyaksikan peti ayahnya, George H.W. Bush yang dilapis bendera, dibawa untuk disemayamkan di Capitol AS, Washington, Senin, 3 Desember 2018. Rencananya mantan presiden ini dimakamkan pada hari Kamis di negara bagiannya, Texas. REUTERS/Alex Brandon

    Perjuangan Frieden dimulai tahun 1986 saat The National Council on Disability menemukan banyak data tentang perlakuan diskriminasi bagi penyandang disabilitas. Saat itu, Frieden bernniat melaporkan hasil investigasi ke Presiden Ronald Reagan.

    Artikel lainnya:
    Fakta-fakta Unik Presiden AS ke-41 Mendiang George H. W. Bush

    Namun karena satu dan lain hal, dia gagal bertemu Reagan, dan diarahkan untuk bertemu Wakil Presiden George W. Bush. Setelah memaparkan beberapa hasil investigasi, hukum antidiskriminasi mulai disusun. Empat tahun kemudian, hukum inipun diketok.

    Frieden juga memaparkan, salah satu faktor yang mendorong hukum antidiskriminasi cepat disahkan karena George H.W. Bush memiliki pengalaman pribadi tentang penyandang disabilitas. "Salah satu anak Bush adalah penyandang disabilitas," ujar Frieden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".