Minggu, 18 November 2018

Ini Dia 3 Olahraga Unik di Asian Para Games 2018

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arena Asian Para Games 2018. (asianparagames2018.id)

    Arena Asian Para Games 2018. (asianparagames2018.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak semua cabang olahraga di Asian Para Games 2018 dipertandingkan di Asian Games. Ada beberapa cabang olahraga unik yang dipertandingkan di kalangan atlet dengan disabilitas tapi belum terlalu dikenal di kalangan umum. Berikut ini cabang olahraga unik di Asian Para Games.

    Baca juga: Asian Para Games 2018: Ini Atlet Andalan Indonesia di 5 Cabang

    1. Goal ball
    "Goal ball adalah pertandingan memasukkan bola ke dalam gawang lawan menggunakan tangan,” ujar koordinator olahraga goal ball dari National Paralympic Committee Indonesia atau NPCI, Hendrik Prasetyo.
    Seorang atlet penyandang tunanetra melempar bola ke arah gawang lawan saat menunjukkan cara bermain cabang olahraga baru goal ball di GOR Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/11). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Menurut Hendrik, satu tim goal ball terdiri atas tiga pemain utama dan tiga pemain cadangan. Masing-masing anggota bertugas sebagai penjaga gawang sekaligus pelempar bola ke gawang lawan. Gawang goal ball melebar di sisi kanan dan kiri lapangan sepanjang 18 meter dan lebar 9 meter. Pertandingan goal ball dilakukan dalam waktu 12 menit kali dua babak dengan waktu istirahat 3 menit. Babak kedua tidak perlu diadakan bila salah satu tim bisa mencapai skor 10 lebih dulu.

    2. Boccia
    Boccia adalah olahraga yang diperuntukkan bagi atlet disabilitas penyandang cerebral palsy atau yang mengalami keterbatasan gerak di bagian tubuh atas dan bawah.
    Tim atlet boccia Indonesia sedang berlatih di Korea Selatan. Cabang olahraga untuk atlet disabilitas ini akan dipertandingkan di Asian Para Games 2018.

    "Mereka bertanding dengan cara melempar bola ke bola poin. Wasit kemudian mengukur posisi bola yang terdekat dengan bola poin," ujar Muhamad Bram Riyadi, Manajer Kompetisi Asian Para Games. Boccia awalnya merupakan salah satu bentuk rehabilitasi penyandang disabilitas gerak.

    Boccia pertama kali dikembangkan pada 1558 oleh seorang dokter saraf asal Inggris untuk penyandang disabilitas gerak. Boccia menggunakan lapangan seluas 6 x 12,5 meter. Bola yang digunakan sebanyak sembilan buah, dan satu di antaranya berwarna putih. Inilah yang disebut sebagai bola poin. Adapun delapan bola lainnya terdiri atas 4 bola berwarna merah dan 4 bola biru. Cara mainnya, bola putih adalah bola poin yang dilempar pertama kali di lapangan. Kemudian 4 bola warna merah dan 4 bola warna biru akan dilempar ke arah bola putih secara bergantian oleh masing-masing tim. Jauh-dekatnya lemparan bola harus menggunakan teknik, dan setiap jarak ada kuota nilainya. Poin ini yang akan menentukan siapa pemenangnya.

    Baca juga: Mengenal Lawn Bowl, Cabang Olahraga di Asian Para Games 2018

    3. Lawn bowl
    "Lawn bowl adalah olahraga melempar bola sejauh 23 sampai 40 meter ke arah bola poin yang disebut Jack," ujar pelatih tim lawn bowl Indonesia untuk Asian Para Games 2018, Islahuzzaman Nuryadin. Permainan ini dilakukan dengan empat kali giliran lempar bola. Tim akan mendapat poin dari bola yang dilempar paling mendekati bola Jack. Ada delapan zona di lapangan lawn bowl.
    Ilustrasi olahraga Lawn Bowl di Paralympics 1996. Wikimedia.org

    Setiap zona berukuran 5 x 40 meter. Adapun luas arena lawn bowl adalah 40 x 40 meter. Sekilas permainan di Asian Para Games 2018 ini hampir mirip dengan boccia, tapi sebenarnya sangat berbeda. Bola pada lawn bowl tidak bulat utuh, melainkan agak pipih di sebagian sisinya. Bola dilemparkan sejauh mungkin dan harus mendekati sasaran, yaitu bola Jack.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.