Rumah Amal Salman Bagikan Kaki dan Tangan Prostetik Bagi Penyandang Disabilitas

Rumah Amal Salman dan Yayasan Baitul Maal BRILiaN memberikan lengan dan kaki prostetik kepada tujuh orang disabilitas. (Dok.Rumah Amal)

TEMPO.CO, Bandung - Rumah Amal Salman bersama Yayasan Baitul Maal BRILiaN membagikan kaki dan tangan buatan atau prostetik kepada penyandang disabilitas. Jumlah penerima sebanyak tujuh orang yang berasal dari kalangan pelajar. Pembagian alat bantu itu terkait dengan Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tahun pada 3 Desember.

Direktur Rumah Amal Salman, Agis Nurholis mengatakan, pihaknya menjadi penghubung antara inovator, mitra, dan penerima manfaat. Kolaborasi itu diharapkannya bisa terus berlanjut sehingga bisa mewujud menjadi ekosistem kebaikan. Kerjasama dengan yayasan lain menurutnya memiliki kesamaan misi di bidang pendidikan. “Pendidikan menjadi bidang strategis yang bisa mempengaruhi bidang lainnya,” kata Agis lewat keterangan tertulis, Selasa, 13 Desember 2022.

Fakta Penyandang Disabilitas Banyak Tak Tamat Sekolah

Yayasan Baitul Maal BRILiaN termotivasi berkolaborasi karena berdasarkan data dari Badan Pusat Statistis (BPS), ada 30,7 persen penyandang disabilitas di Indonesia tidak tamat sekolah sampai tingkat pendidikan menengah. Karena itu menurut, Manager of Scholarship & Education Empowerment, Irfanul Arifin berharap penerima kaki dan tangan prostetik bisa tetap melanjutkan pendidikan tanpa harus merasa terbatas.

“Kami ingin agar penyandang disabilitas bisa tetap bersekolah, memiliki mimpi, harapan, dan kesempatan untuk tetap bisa mewujudkan cita-citanya,” kata dia.

Irfanul juga memberikan apresiasi kepada para inovator yang telah menciptakan teknologi berupa kaki dan tangan palsu prostetik sehingga bisa dimanfaatkan oleh para penyandang disabilitas. Teknologi itu dinilainya sangat tepat guna, karena bisa menjawab kebutuhan para penyandang disabilitas. “Membantu mereka memiliki semangat baru untuk menjalani aktivitas yang sama seperti orang lain,” ujarnya.

Di antara penerima itu adalah Meysa, anak perempuan berusia 9 tahun. Siswi kelas tiga Sekolah Dasar itu berasal dari Sukabumi dengan kondisi disabilitas pada tangan kiri di atas siku. Dia mengalami kecelakaan pada 2020. Ketika ikut ibunya berbelanja di pasar, Meysa terjatuh dari ketinggian satu meter hingga mengalami patah tulang di bagian lengan kirinya. Sempat menjaani terapi urut tulang selama beberapa bulan, kondisi lukanya memburuk hingga menyebabkan tulangnya terputus.

Kecelakaan juga yang membuat kaki kanan Dimas harus diamputasi pada 2015 hingga di atas lutut. Mahasiswa sebuah kampus asal Karawang itu kini sedang bekerja di sebuah perusahaan jasa pengiriman. Semangat dan motivasinya dinilai perlu didukung oleh kaki buatan atau prostetik.

ANWAR SISWADI

Baca: Peringati Hari Disabilitas Internasional, Puluhan Anak Disabilitas Melukis Bus Transjakarta

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Penyandang Disabilitas Tewas Ditabrak Kereta Api Trans Sulawesi di Barru

2 hari lalu

Penyandang Disabilitas Tewas Ditabrak Kereta Api Trans Sulawesi di Barru

Seorang petani La Sudding, 53 tahun meninggal akibat ditabrak kereta api Trans Sulawesi di Kabupaten Barru, Rabu, 01 Februari 2023.


UB Raih Penghargaan Pojok Statistik BPS Terbaik Nasional

2 hari lalu

UB Raih Penghargaan Pojok Statistik BPS Terbaik Nasional

Pojok Statistik Universitas Brawijaya (UB) meraih penghargaan dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai yang terbaik pertama secara nasional.


Kominfo Buka Program Digital Talent Scholarship Mulai Februari, Apa Saja Programnya?

3 hari lalu

Kominfo Buka Program Digital Talent Scholarship Mulai Februari, Apa Saja Programnya?

Kominfo membuka program digital talent scholarship tahun ini mulai Februari 2023.


Mahasiswa UGM Buat Aplikasi Layanan Ramah Disabilitas, Ini Fiturnya

3 hari lalu

Mahasiswa UGM Buat Aplikasi Layanan Ramah Disabilitas, Ini Fiturnya

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan inovasi berupa aplikasi layanan ramah disabiltas yang diberi nama Accessive.id


Perlunya Deteksi Dini Penyakit Kusta untuk Cegah Kecacatan

3 hari lalu

Perlunya Deteksi Dini Penyakit Kusta untuk Cegah Kecacatan

Kemenkes mengatakan pentingnya deteksi dini dalam menangani penyakit kusta di Indonesia untuk menekan angka disabilitas.


Rumah Kebakaran, Kakak Beradik Disabilitas di Bogor Tewas

8 hari lalu

Rumah Kebakaran, Kakak Beradik Disabilitas di Bogor Tewas

Dua kakak beradik tewas terperangkap dalam rumah kebakaran di Pabuaran, Kabupaten Bogor, pada Kamis pagi.


10 Kampus Terbanyak Penerima Mahasiswa Beasiswa Afirmasi Disabilitas

9 hari lalu

10 Kampus Terbanyak Penerima Mahasiswa Beasiswa Afirmasi Disabilitas

Dari data yang dimiliki Puslapdik, berikut 10 kampus yang terbanyak menerima mahasiswa ADik Disabilitas 2022.


Cara Membentuk Alis Bagi Difabel Netra Saat Makeup

10 hari lalu

Cara Membentuk Alis Bagi Difabel Netra Saat Makeup

Ketahui terlebih dulu, apakah alis mata difabel Netra termasuk dalam kategori bervolume tebal atau tidak, dan berbulu panjang atau tidak.


Ini Klub Malam Terakses Pertama di Dunia untuk Penyandang Disabilitas

10 hari lalu

Ini Klub Malam Terakses Pertama di Dunia untuk Penyandang Disabilitas

Seen & Unseen bertujuan memberikan pengalaman clubbing yang menyenangkan di lingkungan inklusif, dengan penyediaan akses bagi penyandang disabilitas.


5 Kampus Terbanyak Penerima KIP Kuliah untuk Mahasiswa Difabel

11 hari lalu

5 Kampus Terbanyak Penerima KIP Kuliah untuk Mahasiswa Difabel

Penyandang disabilitas diprioritaskan menjadi penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP kuliah. Berikut daftar kampus terbanyak KIP K difabel.