4 Pertolongan Pertama kepada Penyandang Disabilitas Baru

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi penyandang disabilitas atau difabel. REUTERS | Rafael Marchante

    Ilustrasi penyandang disabilitas atau difabel. REUTERS | Rafael Marchante

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap penyandang disabilitas memiliki latar belakang disabilitas yang berbeda. Ada yang memiliki kebutuhan khusus sejak lahir, ada pula saat anak-anak, remaja, maupun dewasa.

    Beberapa kondisi yang mengakibatkan seseorang menjadi difabel adalah sakit, kecelakaan, proses penuaan, dan genetik. Lantas dukungan apa yang dapat kita berikan kepada orang yang baru menjadi penyandang disabilitas?

    Mengutip laman Forbes, Selasa 19 April 2022, Disability Advisor Andre Poulrang menyampaikan empat pertolongan pertama yang paling dibutuhkan oleh penyandang disabilitas baru. Berikut ulasannya:

    Informasi

    Informasi ini mencakup informasi medis dan praktis tentang disabilitas, pengetahuan dasar soal manfaat, layanan dukungan, dan kebijakan tentang hak disabilitas. Sebagian penyandang disabilitas tidak sekadar mencari informasi, melainkan mempertimbangkan faktor akurasi, kebaruan, dan bias tidaknya informasi tersebut. Singkat kata, difabel membutuhkan informasi yang dapat dipercaya.

    Saran dan nasihat

    Penyandang disabilitas membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar daftar program dan konsultan, baik lewat lembaga atau langsung ke terapis. Mereka juga mendambakan pengarahan dan dukungan dari orang-orang yang kredibel dalam urusan disabilitas.

    Pada saat yang sama, sebagian penyandang disabilitas juga memiliki resistensi terhadap nasihat yang berlebihan, terutama jika nasihat itu disampaikan dengan mengintimidasi dan agresif. Penyandang disabilitas menginginkan nasihat dan perspektif, bukan kuliah atau tuntutan yang merendahkan atau tidak diminta.

    Pembelaan dan advokasi

    Penyandang disabilitas baru tidak hanya membutuhkan teman untuk sekadar berkeluh kesah tentang kondisi fisik dan mental mereka. Difabel membutuhkan rekan yang dapat memberi solusi atas berbagai masalah baru sesuai dengan kondisi mereka.

    Sebab itu, saran dan sudut pandang dari orang lain dapat memberikan pencerahan bagi difabel terhadap berbagai tantangan baru yang akan mereka hadapi. Penyandang disabilitas juga membutuhkan seseorang yang dapat membantu mempelajari keterampilan advokasi supaya mereka lebih mandiri dan mampu memperjuangkan kebutuhannya.

    Pemberdayaan ekonomi

    Salah satu kondisi tersulit yang dihadapi penyandang disabilitas baru adalah kehilangan pekerjaan. Mereka kesulitan mencari nafkah dan banyak orang menyangsikan kemampuannya. Persoalan ini kian berat apabila penyandang disabilitas baru tersebut memiliki anggota keluarga yang bergantung kepadanya. Jadi, kebutuhannya bukan hanya aksesibilitas, namun juga kesempatan bekerja.

    Baca juga:
    Cara Rekrutmen yang Bikin Difabel Kehilangan Kesempatan Bekerja

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ini 10 Negara dengan Tingkat Inflasi Tertinggi dan Kondisi Indonesia

    Dunia sedang mengalami inflasi tinggi sejak wabah Covid-19 melanda dan makin parah saat invasi Rusia ke Ukraina. Bagaimana kondisi Indonesia?